Warga Korban Penipuan Kembali Datangi FIF Gresik Minta BPKBnya Dikembalikan

0
623

Gresik, www.panjinasional.net – Korban penipuan oleh perusahaan Leasing FIF Gresik kembali mendatangi kantor Cabang FIF yang berada di Komplek Kartini Building jalan RA. Kartini Gresik, Selasa (14/7/2020)

Mereka meminta BPKB kendaraan yang telah dibelinya secara tunai yang ditahan pihak leasing dan tanpa pernah menandatangani pengajuan kredit, mereka tercatat sebagai debitur di perushaan leasing FIF gresik tersebut.

Sedikitnya ada 200 warga korban menjadi debitur di FIF Cabang Gresik dan mereka menuntut hak atas pembelian kendaraan bermotor berupa BPKB, dengan didampingi beberapa kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Gresik, perwakilan korban ditemui oleh Kepala FIF Cabang Gresik Ira Oktafia Damayanti.

“Kami menuntut managemen FIF untuk bertanggung jawab terhadap warga kita yang tidak pernah pinjam (kredit) tapi jadi nasabah di FIF. Terkait perkreditan sepeda motor yang dibeli tunai,” ujar Nurul Yatim, Ketua AKD Kabupaten Gresik.

Pertemuan antara perwakilan Korban dengan pihak managemen FIF Gresik tidak ditemukan kesepakatan dan solusi yang pasti terhadap permsaahan ini. Manajemen FIF beralasan masih menunggu proses di kepolisian. Termasuk menunggu petunjuk dari managemen pusat.

“Jawabannya ternyata tidak menyenangkan. Karena tuntutan kita untuk kembalikan BPKB warga kita tidaak dipenuhi, juga termasuk perimuntaan pemutihan BI ‘cecking’ warga yang Karena persoalan ini banyak warga yang tidak bisa mengakses pinjaman,” ungkap Yatim.

“Karena sangat banyak korbannya, jadi ini bukan persoalan individu, maka harus dipikir bareng-bareng. Jangan sampai warga dikorbankan menjadi debitur di FIF dengan kredit macet. Apalagi BI checkingnya jelek kasihan warga, padahal mereka tidak pernah mengajukan pinjaman ” paparnya.

Masih kata Yatim, dalam pertemuan tadi pihak managemen mengakui ada kesalahan SOP terkait keabsahan pengajuan kredit. Dimana ada beberapa oknum yang bermain di situ, sehingga ada pihak yang tidak pernah melakukan kontrak kredit tapi menjadi debitur.

” Tidak dijalankannya SOP perusahaan itu berarti merupakan tanggung jawab manajemen, perusahaan wajib bertanggung jawab, terlepas ada oknum perusahaan yang bermain itu urusan intern silakan kalo mau di proses hukum. Yang jelas ada kesalahan disitu dan FIF tidak boleh cuci tangan seenaknya sendiri” imbuhnya.

Sementara terkait kedatangan warga yang meminta pertanggungjawaban atas permasalahan tersebut, pihak managemen FIF Cabang Gresik enggan memberikan penjelasan.

“Iya besok saja mas. Maaf hari ini benar-benar sibuk. Ini diperkirakan selesai jam 21.00,” tutur Edy Siswanto, Kepala Head Of Remidial FIF Gresik saat dihubungi via selulernya oleh wartawan, Selasa (14/7/2020). (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here