Ancaman Presiden Gak Mempan. Terawan Duduki Surabaya Pantau Penanganan COVID-19 Jatim

1
589

Surabaya. www.panjinasional.net – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mulai hari Minggu (12/7) 2020 mulai berkantor di Surabaya, Jawa Timur, guna memantau penanganan COVID-19 di wilayah terdampak zona tertinggi di Indonesia.

“Betul, Pak Menteri ‘ngantor’ di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesdirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes dr M. Budi Hidayat melalui keterangan pers yang diterima antara, di Jakarta, Minggu.

Budi Hidayat mengatakan karena masih tingginya jumlah kasus COVID-19 di provinsi tersebut jadi memerlukan perhatian serius dari Kemenkes. Oleh karena itu, Menkes Terawan memutuskan untuk berkantor di Surabaya guna memastikan penanganan COVID-19 di provinsi tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Karena kita tahu penyebaran COVID-19 di sini perlu perhatian khusus,” katanya. Menkes tiba di Surabaya pada Sabtu (11/7) malam, setelah menyerahkan santunan bagi tenaga kesehatan yang meninggal saat bertugas menangani pasien COVID-19 di Semarang.

Jadwal Menkes Minggu pagi, langsung menggelar rapat yang dihadiri Kepada Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana dan Sekretaris Dearah Jawa Timur Heru Tjahyono. Setelah rapat, Menkes meninjau Rumah Sakit Lapangan di Jalan Indrapura Surabaya.

Mengganasnya virus COVID-19 di Surabaya dan Jawa Timur sempat mendapat perhatian juga dari Presiden Joko Widodo. Saat berkunjung ke Surabaya pada 25 Juni 2020, Presiden memberi tenggat waktu dua pekan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menekan laju pertambahan pasien positif COVID-19.

Karena itu Menteri Terawan bertekat ngantor dan memantau langsung guna Lebih tahu perkembangannya dalam pelaksanaan penanggulangan penyeberan Covid-19 di wilayah ini.***tim.

1 KOMENTAR

  1. Menurut pakar epidemiologi Universitas Airlangga alasan Jawa Timur menjadi episentrum baru pandemi Covid-19 adalah tingginya risiko terinfeksi di Surabaya dikarenakan oleh tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi serta kurangnya penegakan protokol kesehatan dan pengendalian kepatuhan warga yang tidak ketat menjadi salah satu faktor penyebab Jawa Timur menjadi episentrum pandemi covid yang baru, Sumber http://news.unair.ac.id/2020/06/29/pakar-epidemiologi-unair-paparkan-alasan-jawa-timur-menjadi-episentrum-baru-pandemi-covid-19/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here