Disebut dr. Tirta Resiko Penularan Tertinggi, Ketua DPRD Gresik Sesalkan Kinerja Pemkab

0
191
Fandi Ahmad Yani Ketua DPRD Gresik

Gresik, www.panjinasional.net – Kinerja Pemkab Gresik dalam menangani covid 19 disesalkan Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani. Pria yang akrab disapa Gus Yani ini menilai Pemkab Gresik gagal menangani pencegahan covid 19 karena kasus positif di kabupaten Gresik angkanya kian bertambah signifikan.

“Setiap hari kasus positif jumlahnya makin bertambah. Hari ini sudah tembus seribu loh, kerja Pemkab Gresik harus extraordinary,”Ungkap Gus Yani.

Dikatakan Gus Yani, edukasi yang dilakukan Pemkab Gresik kepada masyarakat sejauh ini masih belum maksimal. Keseriusan Pemkab gresik dinilai hanya sebatas lips service. Hal ini terbukti dengan terpaparnya 27 ASN di lingkungan Pemkab Gresik termasuk kepala OPD, kemudian dilakukan rapid test serentak.

“Sejak awal Bupati Gresik mengatakan tegak lurus, tapi edukasi dan langkah pencegahan yang dilakukan ke masyarakat dan ASN kurang maksimal. Akibatnya banyak ASN yang terpapar kan termasuk para pejabat,”Keluh Gus Yani.

Kritik orang nomer satu di DPRD Gresik ini menyusul adanya unggahan dr. Tirta di media sosial Instagram dua hari lalu. Disebut dr. Tirta, kota Gresik memiliki resiko penularan tertinggi setelah Sidoarjo, Surabaya dan Malang.

Hal itulah yang membuat Gus Yani meradang karena Gresik menjadi trending topik di Instagram sebagai daerah zona merah dengan resiko penularan tertinggi karena postingan akun Influencer yang memiliki 1,6 juta follower tersebut.

“Saya kaget saja kalau dr. Tirta sampai menyebut Gresik. Ini tidak bisa diremehkan karena dia influencer di medsos dengan pengikut lebih dari 1,6 juta. Artinya kinerja Pemkan Gresik mulai jadi sorotan masyarakat luas,”pungkas Yani.

Sebelumnya, dr. Tirta melalui unggahan akun Instagramnya, @dr.tirta, pada Kamis, 9 Juli 2020 mengunggah data yang ia peroleh dari epidiomologi pemerintah provinsi (Pemprov).

Pria berkacamata yang berprofesi sebagai dokter, aktivis, sekaligus pengusaha itu sempat viral setelah membantu menangani pasien positif virus corona sejak kemunculan awal di Tanah Air.

Dalam data yang diunggah, tampak 11 daerah yang berasal dari Jawa Timur beserta status risiko dan skor. Berdasarkan unggahan dr. Tirta, lokasi paling tinggi di Jawa Timur ditempati oleh Gresik, Sidarjo, Surabaya dan Malang. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here