Sri Setyo Pratiwi alias Ning Tiwi Calon Walikota Surabaya

Surabaya, www.panjinasional.net Menghadapi pasca pandemi Covid-19 yang menjadi harapan banyak orang warga Surabaya. Maka banyak hal yang harus disiapkan oleh pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk menyambut keadaan normal baru. Mulai dari persiapan penerapan protokol kesehatan, penataan sosial, hingga pemulihan ekonomi. 

Ning Tiwi saat mengunjungi Kantor DPC PDIP Surabaya untuk mendaftarkan diri sebagai calon walikota Surabaya

Banyaknya bakal calon Walikota Surabaya yang bermunculan dari beberapa partai yang akan bertarung pada Pilwali pada Desember mendatang, hadirlah sosok wanita tangguh Sri Setyo Pertiwi, yang dikenal dengan Ning Tiwi, lebih dulu sudah menyiapkan konsep penataan kota Surabaya pasca pandemi covid 19.

“Bila terpilih menjadi Walikota Surabaya, program utama saya adalah memulihkan ekonomi masyarakat,” kata bakal calon Wali Kota Surabaya dari PDI Perjuangan, Sri Setyo Pertiwi, didampingi Kordinator tim suksesnya, Andi Soedirman, kepada awak media di Hotel Elmi Surabaya beberapa hari lalu.

Dikutip dari bisnissurabaya.com, Dalam Dokumen visi Masyarakat Surabaya Sejahtera, Makmur, dan Damai yang digagas perempuan cantik berhijab ini, terdapat konsep pemulihan fisik, mental, dan material untuk masyarakat yang mengedepankan pembenahan psykis. Mengingat saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kondisi warga lebih banyak mengalami pembatasan hingga mengalami tekanan dan ketakutan. 

Pada situasi yang tidak sehat seperti ini harus segera diakhiri, agar masyarakat bisa kembali menjalankan aktifitas ekonomi dan sosialnya. Lebih lanjut, Andi Soedirman yang juga mantan Anggota DPRD Surabaya 2 periode menambahkan, seluruh program pemulihan akan dilakukan secara menyeluruh dengan pengawasan sesuai protokol kesehatan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah memberikan bantuan maksimal termasuk pembagian sembako kepada masyarakat, dipastikan semua komponen masyarakat mendapat bantuan tersebut. Meskipun tidak semua orang bisa merasakan bantuan sembako yang sudah terdistribusi. “Seperti golongan lanjut usia/ lansia, anak dibawah lima tahun/ balita, dan penyandang disabilitas, seringkali luput dari sentuhan pemerintah. Bayi tidak pernah mendapatkan bantuan susu, padahal mereka adalah golongan yang paling rentan,” jelas Andi Soedirman. Pada saat menjabat Walikota Surabaya, sebagaimana visi misinya yang dilontarkan Ning Tiwi memastikan untuk menggandeng seluruh komponen masyarakat.

Bukan hanya golongan pengusaha semata, tetapi juga dari kalangan pekerja, pedagang kaki lima, penggiat usaha menengah kecil mikro/UMKM, sopir angkot, dan pengemudi ojek online. Peran sektor formal dan informal seperti dalam pemulihan ekonomi, tidak bisa diabaikan,” tambah Andi Soedirman, politisi yang juga pengusaha property di Surabaya.

Kondisi perekonomian pasca pemberlakuan New Normal, diharapkan bisa kembali pulih , dimana perkantoran, mall, toko, dan warung kembali buka seperti biasa. Masyarakat dapat bersosialisasi dan bekerja mengais rezeki dengan normal.

“Diyakini atau tidak, kearifan lokal ngopi bareng di warung kopi maupun gardu seperti ini dapat mempercepat proses pemulihan psikis akibat tekanan covid 19,” pungkas arek Suroboyo Putra Makassar ini,**tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here