Presiden Joko Widodo

Jakarta. www.panjinasional.netHari ini sosial media di ramaikan dengan beredarnya video yang direlease oleh Sekretariat Presiden tengah marah-marah dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada tanggal 18 Juni 2020 lalu.

Pada awal pidatonya Presiden menyatakan bahwa 2-3 bulan ke belakang dan kedepan mestinya yang ada adalah suasana krisis. Dalam kesempatan tersebut presiden mengingatkan kepada seluruh peserta rapat dan seluruh pimpinan lembaga bertanggung jawab kepada 260 juta penduduk Indonesia, untuk juga memiliki perasaan yang sama “sense of crisis” yang sama menyikapi kondisi saat ini dan kedepan.

Presiden mengingat kan berdasarkan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) bahwa pertumbuhan (growth) ekonomi dunia terkontraksi 6 – 7,6 persen dan bank dunia menyatakan bisa minus 5 persen, hal ini presiden menekankan agar seluruhnya memiliki perasaan yang sama dan harus sama jangan biasa-biasa saja dan linear normal menyikapi informasi dan situasi saat ini.

Dalam pidato tersebut presiden juga menyoroti kinerja kabinet dan lembaga yang kurang sigap dan terkesan biasa-biasa saja padahal situasi dan kondisi sudah luar biasa. Presiden menghimbau untuk segera mengeluarkan stimulus yang bisa menjadi triger bagi naiknya perekonomian di tengah masyarakat. Presiden juga menyampaikan djangan memakai yang standart di tengah situasi krisis seperti sekarang ini. Harusnya sudah digunakan Manajemen Krisis dalam melakukan setiap tindakan saat ini.

Presiden mengingatkan belanja kementrian berdasarkan laporan biasa-biasa saja agar segera keluarga belanja tu secepat-cepatnya sehingga uang yang beredar semakin banyak dan konsumsi masyarakat akan naik, kalo ada hambatan keluarkan peraturan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Sebagai contoh bidang kesehatan dianggarkan 75 trilyun baru keluar 1,35% sehingga uang yang beredar dimasyarakat kering, ini yang membuat perekonomian semakin terpuruk. Jangan menunggu umkm mati terus dibantu karena ga ada artinya.

Presiden menekankan dan menegaskan seluruhnya untuk bekerja secara Extra Ordinary (luar biasa), dan bisa saja dilakukan pembubaran lembaga dan resufle oleh presiden dalam menyikapi situasi krisis ini. Presiden menyatakan tidak ada progres yang signifikan dari jajaran kementrian dan lembaga, bahkan presiden menyatakan asal untuk rakyat dan negara siap pertaruhkan reputasi politiknya.

Lebih jauh tentang seluruh isi pidato presiden bisa di klik link youtu.be/SfKQFn4GGE0

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here