Situbondo – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 27 tahun 2020, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur melakukan Pelayanan KB Sejuta Akseptor secara serentak di seluruh Kabupaten/ Kota di Jawa Timur.

Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., pada hari ini (Sabtu, 27/6/2020) melakukan kunjungan di puskesmas Panarukan Kabupaten Situbondo untuk menyaksikan langsung pelayanan KB ditempat tersebut.

Dalam giat itu, turut hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Situbondo, Drs Imam Ghazali, Pasiter Kodim 0823 Situbondo, Kapten Inf. Soegeng Soegiarto, perwakilan Pemkab Situbondo, perwakilan dari Dinas Kesehatan Situbondo, Direktur puskesmas Panarukan.

Dalam kesempatan itu, pak Teguh panggilan akrab Kaper BKKBN Provinsi Jawa Timur, menjelaskan bahwa pelayanan KB di Situbondo cukup baik dan berjalan sesuai Protokol kesehatan.

 “Pelayanan KB di Situbondo yang dilakukan di Puskesmas Panarukan dalam memperingati Hari Keluarga Nasional ke 27 tahun 2020, dimasa transisi menuju new normal cukup baik. Pelayanan KB dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah dalam penanggulangan pencegahan penyebaran Covid 19,” ungkap pak Teguh. Sabtu (27/6/2020).

“Dari hasil rekap pelayanan KB sejuta akseptor di wilayah kabupaten Situbondo, mulai tanggal 25-27 Juni 2020. Hasil sementara di dikumpulkan dari masing-masing kecamatan adalah, Pelayanan IUD berjumlah 86 akseptor, MOP berjumlah 76 akseptor, Implant berjumlah 397 akseptor, Suntik berjumlah 185 akseptor, Pil berjumlah 1235 akseptor, dan Kondom berjumlah 54 akseptor,” terang pak Teguh.

“Animo masyarakat untuk mendapat Pelayanan KB cukup besar. Dan jumlah akseptor di kabupaten/ kota di Jawa Timur diperkirakan akan terus naik, mengingat kegiatan pelayanan KB masih berjalan dua hari lagi, besok dan lusa,” ungkap pak Teguh.

 “Dalam penerapan pelayanan KB yang dilakukan diseluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur, para calon peserta pelayanan KB akan discrening terlebih dahulu. Artinya adanya Konseling terlebih dulu, dari aspek kesehatan juga di periksa, jika panas atau batuk tidak bisa dilayani,” tambah pak Teguh.

“Saya berharap pelayanan KB diseluruh kabupaten/kota di Jawa Timur terus dilakukan. Dan dalam pelayanan KB tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkas pak Teguh.*Roh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here