Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, BLT di Surabaya tidak tepat sasaran

Surabaya. www.panjinasional.net – Bukan sekedar Narasi, Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, BLT Surabaya tidak tepat sasaran Bantuan Langsung Tunai dari pemerintah sangat di harapkan oleh masyarakat menengah ke bawah atau warga yang kurang mampu.

Dari harapan itu, banyak masyarakat memposting di media sosial karena belum dapat BLT seperti apa yang telah dikatakan oleh Presiden RI Joko Widodo dalam sebuah Videonya yang telah dilihat oleh masyarakat tentang pengucuran bantuan yang nilainya Trilyunan Rupiah termasuk adanya dana BLT.

Namun BLT di Surabaya Jawa Timur sangat disayangkan Bantuan Langsung Tunai tersebut turun kepada warga yang berstatus ekonomi menegah ke atas, sehingga diduga akan terjadi yang kaya makin kaya dan yang miskin, artinya warga miskin cukup dengan berharap dan harapan yang mengecewakan.

Di hari-hari sebelumnya, warga miskin alias ekonomi menengah ke bawah berharap dengan bantuan yang dijanjikan pemerintah apa lagi disaat diberlakukannya PSBB seperti saat ini, warga dibatasi kegiatannya sehingga banyak warga yang terdampak perekonomiannya (warga miskin baru).

Dalam pantauan awak media saat pembagian ( BLT ) Bantuan Langsung Tunai, Di kantor Pos jalan Demak Surabaya, nampak warga Asemrowo Berdatangan ke kantor Pos tersebut bagi yang mendapatkan BLT disitu,

Pada saat awak media ini menemui Pimpinan Panjinasional, Gatot Irawan, ia dengan senang mendengar laporan hasil pantauan di lapangan, karena BLT sangat diharap oleh kalangan masyarakat yang kurang mampu dan terdampak Covid-19.

Namun yang di sayangkan oleh Pimpinan Media Panjinasional, Bantuan tersebut ternyata yang banyak mendapatkan adalah kalangan ekonomi menengah ke atas, (orang miskin)

Dari pantauan media, SIAPA? Yang tidak bekerja dengan Profesional,?????

Sebab dalam penyampaian Bantuan Langsung Tunai dari pemerintah diduga tidak tepat sasaran,  bagaimana kinerjanya “Bagaimana sistem Pendataannya sehingga warga miskin tidak terpantau”

Hal tersebut Pemerintah haruskah menegur dan memberikan sangsi / peringatan, kepada bagian pendataan dan petugas di lapangan, bahwa diduga ada kesalahan data, sebab penerima manfaat bansos yang terdampak Covid-19 bukan hanya warga RW 007, Kelurahan Asemrowo saja (contoh wilayah pantauan), namun bisa dirasakan oleh masyarakat yang lainnya.

Akan Sangat disayangkan kalau banyak terjadi kesalahan data terjadi diwilayah yang lain di jawa timur, maka kepada Pemerintah khususnya Surabaya dan provinsi Jawa timur hak ini sebagai pembelajaran, segera laksanakan pendataan ulang dengan baik dan benar, jangan asal lihat KTP saja, Cek lokasi sehingga bantuan tersebut tepat kepada orang yang layak diberikan (Jangan asal asalan).

Begitulah pantauan wartawan dan laporan Publikasi Media Panjinasional.*@M.Hasan/Achmadi/tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here