Pasar Polowijo Kolpajung Kabupaten Pamekasan

Pamekasan www.panjinasional.net Meski pasar Polowijo Kolpajung yang ada di jalan Ronggosukowati, saat ini sudah menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19, namun Pemerintah Kabupaten Pamekasan (Pemkab) belum berani menutup pasar tradisional tersebut.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Satgas Covid-19 Pemkab Pamekasan, Totok Hartono saat ditemui di halaman belakang Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, pada Kamis (21/05/2020) malam.

Menurutnya, pasar Kolpajung merupakan salah satu tempat terjadinya transaksi kegiatan ekonomi masyarakat di Pamekasan, sehingga Pemerintah belum berani melakukan penutupan.

“Pasar tidak bisa ditutup, karena itu menjadi kebutuhan masyarakat. Namun kami menerapkan protokol Covid-19 di Pasar tersebut,”katanya kepada awak media.

Sehingga langkah yang diambil oleh tim satgas Covid-19, terhadap klaster pasar Kolpajung yakni melakukan penyemprotan Disenfektan dan melakukan tracking atau pelacakan terhadap orang yang sempat

kontak langsung dengan salah satu pedagang di pasar kolpajung yang dinyatakan positif terkena Virus Corona.pada (20/05/2020).

“Kasus yang terjadi di Pasar Kolpajung itu bisa dikatakan transmisi lokal, dan kasus seperti ini sebelumnya memang sempat dihawatirkan oleh kita. Maka dari itu kita harus lebih waspada dengan cara mengikuti anjuran pemerintah, biasakan pakai masker jika hendak keluar rumah, biasakan cuci tangan, jaga imun, dan yang terpenting tidak panik,” tutupnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan oleh Satgas Pamekasan, jumlah ODP 460 orang (450 sudah dipantau, 10 lainnya sedang dipantau), PDP 39 orang (14 orang diketahui negatif dan 25 lainnya menunggu hasil swab), sementara yang sudah terkonfirmasi sebanyak 14 orang (2 orang meninggal, 6 orang sudah sembuh dan 6 orang lainnya sedang dirawat.**@roz.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here