Pendeta Hanny Layantara (HL) mengenakan baju tahanan

Surabaya, www.panjinasional.net – Oknum pendeta berinisial (HL) (50 tahun) yang sebenarnya bernama Hanny Layantara, di sebuah gereja Kota Surabaya, Jawa Timur, menjalani sidang perdana dalam perkara dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Pengadilan Negeri Surabaya pada Senin, 18 Mei 2020. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jatim, ia didakwa dengan Pasal 82 Undang-undang (UU) Perlindungan Anak Pasal 82 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Pendeta HL diadili atas dakwaan mencabuli IW (26), jemaat gereja terdakwa bertugas di Surabaya selama enam tahun. Saat pencabulan terjadi, korban masih kategori di bawah umur.

Dikutip dari geloranews. Usai sidang, juru bicara keluarga korban, Aden, mengatakan bahwa korban dilecehkan secara seksual sejak masih berusia 12 tahun. Korban diancam sehingga terdakwa leluasa melakukan aksi bejatnya.

“Menurut penuturan dari korban, terdakwa melakukan pelecehan kepada korban dalam satu minggu bisa sampai 4-5 kali, dan itu dilakukan mulai tahun 2005 sampai 2011,” kata Aden kepada wartawan.

BACA: https://panjinasional.net/2020/03/11/pendeta-cabul-jadi-tersangka-pencabulan/

Karena bejatnya perbuatan terdakwa, korban mengalami trauma yang sangat berat hingga beberapa kali berusaha melakukan bunuh diri.

Sampai saat ini, trauma itu masih dialami korban. “Anak kami (korban) berulangkali mencoba bunuh diri. Jadi, bisa dibayangkan trauma yang amat sangat dialami korban,” tandas Aden.

Penasihat hukum terdakwa, Jefri Simatupang, menyampaikan bahwa pihaknya keberatan atas sidang kliennya itu. Ia menyebut ada ketidaklaziman sidang digelar cepat, padahal pihak terdakwa masih dalam proses praperadilan.

Untuk diketahui, Pendeta HL jadi pesakitan setelah dilaporkan korban ke Kepolisian Daerah Jawa Timur dengan laporan bernomor LP :LPB/155/II/2020/UM/SPKT tertanggal 20 Februari 2020 lalu. 

Korban melapor karena dicabuli berkali-kali oleh Pendeta HL dalam rentang waktu 2005 sampai 2011, seperti diceritakan korban bahwa terdakwa biasa mencabuli korban di area kompleks gereja. Saat itu korban masih di bawah umur. (*tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here