Sampang www.panjinasional.net – Di dusun kebun desa Batorasang kecamatan tambelangan sampang madura, seorang bocah berusia 6 tahun sejak lahir ia tidak memiliki anus (lubang bokong) FAHRI tinggal bersama bapaknya sejak di tinggal sang ibu yang meninggal dunia. di rumah bilik yang kecil sederhana ia tempati, Rabu 6/5/2020 Sore.

Beredar kabar yang viral di media mengininformasikan bahwa keadaan dan kondisi FAHRI yang tidak memiliki Anus kini mulai  diperhatikan oleh pemerintah kabupaten Sampang.

Pasca kedatangan pihak Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinas Sosial Kabupaten Sampang pada hari selasa 5/5/2020 pagi, mengunjungi rumah FAHRI bersama tokoh,Tim Tagana memberikan bantuan Sembako sebagai tanggap Sosial terhadap kondisi FAHRI.

Sejak berhembus kabar Tentang keadaan dan kondisi FAHRI yang tidak memiliki Anus yang tinggal di rumah bilik yang serba kekurangan ekonomi lemah mulai tersentuh oleh pemerintah kabupaten Sampang.

Bupati Sampang H.Slamet Junaidi  bersama Kapolres AKBP Didit Bangbang Wibowo S.SIK.MH,OPD (organisasi Perangkat Daerah ) Usai Kunjungi Warganya di Desa Sogian kecamatan omben dan warganya di kelurahan polagan kecamatan sampang langsung menuju ke dusun kebun desa batorasang kecamatan tambelangan tempat tinggal FAHRI

Tiba di rumah FAHRI Bupati Sampang H.Slamet Junaidi Memberikan Bantuan paket Sembako serta bantuan lainnya, kemudian PWI (Persatuan Wartawan Indonesia ) Sampang juga memberikan Paket Sembako.

Seluruh awak media mengkonfirmasi pada Bupati Sampang H.Slamet Junaidi Menjelaskan bahwa kegiatan hari ini kegiatan terakhir kami tadi sudah melakukan kunjungan beberapa titik, bahwa kita memastikan bahwa anak kita lahir tanpa anus, yatim  ibunya meninggal semenjak kecil, pemerintah dari awal sudah melakukan kegiatan, bagaimana kita membantu anak tanpa anus tersebut, kemarin sudah melakukan operasi kedua dilakukannya mereka umurnya sudah 6 tahun, kita akan koordinasi dengan Rumah Sakit Dr Soetomo, kita tinggal nunggu jadwal operasi, bupati memastikan kepada orang tua FAHRI diusulkan BLT (bantuan langsung Tunai) BPNT, PKH dari Dinas Sosial. Keberadaan dan ekonominya tidak layak maka pemerintah daerah wajib hadir membantu masyarakatnya yang notabene tidak mampu maka perangkat desa ,OPD ,Sosial, DPMD ada sinergi bersama Capil untuk melakukan verifikasi data. saya tidak mau data kita tumpang tindih, maka dari itu saya perintahkan untuk bersinergi kedepan untuk di evaluasi. terkait rumah juga di upayakan untuk Program RTLH maka kita koordinasi dengan Kodim 0828 Sampang.

Ditempat yang sama, harapan dari Bupati Sampang “Hari ini kita turun kelapangan banyak janda-janda yang tidak punya, mereka dapat bantuan apa, selama ini apa yang mereka dapat karena memang ada temuan mereka belum punya KTP, belum punya KK maka dari itu saya intruksikan pada kepala Desa, Camat untuk koordinasi dengan Capil segera buatkan, bila perlu tidak ada blanko maka diberikan surat keterangan (suket) supaya mereka mendapatkan itu tujuan kami bagaimana kita menangani dampak sosial ekonomi dari dampak Pandemi Covit-19 di kabupaten Sampang”.

Lebih tegasnya, Pembiayaan Operasi FAHRI ditanggung semua oleh pemerintah kabupaten Sampang, pungkasnya (kur/mal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here