Siti Chotimah (Kiri) bersama Kuasa Hukumnya A. Tajul Arifin (Kanan) usai melakukan persidangan di Kantor Pengadilan Agama Pamekasan

Pamekasan. www.panjinasional.net Siti Chotimah, warga Kelurahan Lawangan Daya, Kabupaten Pamekasan, Madura datang ke Kantor Pengadilan Agama ditemani Kuasa Hukum A Tajul Arifin dan seorang anak perempuannya, Senin (30/3/2020).

Kedatangnnya tersebut dalam rangka menghadiri sidang dengan agenda pembuktian Rekonvensi Perkara Gugatan Cerai dengan suaminya atas nama dr. Syaiful Taufan.

Menurut Chotimah, hubungannya dengan dr. Syaiful Taufan tersebut mulai tidak baik sejak suaminya kenal dengan seorang wanita bernama Euis Junainah.

Bahkan kata Chotimah hubungan suaminya dengan Euis sudah berlangsung kisaran tujuh tahun, hanya saja, suaminya yang meminta cerai kepada dirinya, saat hubungan suaminya dengan Euis berlangsung sekitar lima tahunan.

“Dua tahun setelah ketahuan selingkuh dengan perempuan itu, Syaiful Taufan minta cerai dengan saya,” katanya kepada awak media

Bahkan timbulnya polemik suaminya minta cerai dengan dirinya, bermula saat Chotimah melaporkan perbuatan suaminya ke Kantor Dinas Kesehatan Pamekasan.

“Karena saya melaporkan dia ke pihak Dinas Kesehatan Pamekasan kalau dia selingkuh, lalu dia minta cerai dengan saya,” tambahnya

Bahkan kata Chotimah empat anaknya bila ingin mendapat kasih sayang dan ingin mendapat uang dari ayahnya, harus datang terlebih dahulu ke rumah suaminya yang berada di Kecamatan Pademawu.

“Jadi anak-anak harus ke rumah dia dulu. Baru anak-anak dikasi makan. Biaya sekolah anak-anak dia gak nanggung. Ditanggung neneknya,” terangnya

Menanggapi polemik gugatan cerai pernikahan tersebut, Sulaisi Abdurrazaq selaku Kuasa Hukum dr. Syaiful Taufan mengatakan, setiap orang punya hak untuk mendalilkan apa yang dia lakukan selama hidup berkeluarga.

“Persoalan menafkahi atau tidak, itu kan harus dibuktikan, dan termohon ini sudah mengajukan rekonvensi gugatan balik,” ungkapnya

Menurut Sulaisi, setiap dalil yang disampaikan oleh seseorang harus bisa dibuktikan menurut hukum.

“Jadi itu apakah benar selama lima tahun dr. Syaiful tidak menafkahi, maka itu harus ditunggu putusan pengadilan. Karena dia (Chotimah) yang punya beban pembuktian, kalau ternyata itu tidak terbukti, maka pihak Chotimah harus menerima isi putusan,”tutupnya.@roz.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here