Surabaya. www.panjinasional.net – Semua terdakwa kasus tanah ambles dijalan Raya Gubeng Surabaya diputus bebas.

Para terdakwa yang terdiri dari Budi Susilo PT. Nusa Konstruksi Engineering (NKE), Rendro Widoyoko dan Aris Priyanto juga terdakwa lainnya, dari perusahaan kontruksi PT Saputra Karya, yaitu Supervisor Engineer Lasmi Awar Handrian, serta dua Manager, masing-masing adalah Ruby Hidayat dan Aditya Kurniawan. Semuanya divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya.Kamis, (12/3/2020).

Proses jalannya percepatan pengurukan amblesnya jalan raya Gubeng pada 18/12 lalu.

“Mengadili, menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dalam dakwaan satu dan dua, membebaskan terdakwa dari dakwaan satu dan dua. Memulihkan hak terdakwa harkat dan martabatnya. Melimpahkan biaya perkara ini pada negara,” kata Hakim Ketua R. Anton Widyopriyono saat membacakan amar putusan,(12/3/2020). 

Satu diantara pertimbangan hakim yaitu PT. Saputra Karya selaku Owner Proyek Gubeng Nexus Development dinyatakan semua sesuai prosedur dan sudah dipenuhi dengan baik. 

Menanggapi putusan itu, melalui penasehat hukumnya, terdakwa, Martin Suryana mengaku menerima. Dia juga mengapresiasi kinerja hakim atas putusan tersebut.

“Kedua, dikatakan hakim dalam pertimbangan, apapun yang terjadi di lapangan kunci utamanya ada di konsultan perencana. Ketiga, supaya masyarakat tahu, bahwa peristiwa (ambles) ada. Tapi supaya tidak ada kesalahpahaman. Mengapa bebas. Karena kami didakwa sengaja merusak. Sedangkan ini tidak,” katanya. 

Dia menegaskan bahwa para terdakwa tidak ada dan tidak terbukti adanya unsur kesengajaan. Oleh sebab itu, para terdakwa divonis bebas. 

Artinya, jalan ambles itu murni insiden. Namun, dalam pertimbangan hakim, kata Martin, ada beberapa faktor alam yang perlu dikaji lebih dalam. “Kemungkinan (faktor alam) ini yang perlu dikaji,” tandas Martin kepada awak media. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here