www.panjinasional.net Ngawi – Tanaman PORANG saat ini sedang trend di kalangan masyarakat, meski sebenarnya tanaman ini sudah lama dibudidaya oleh masyarakat. Kecenderungan trend porang ini memang muncul setelah adanya seorang pemulung menjadi milyarder, yakni Paidi uang berdomisili di desa Kare Madiun. Di sisi lain memang tanaman porang ini adalah tanaman yang menjadi salah satu komoditi ekspor negara Indonesia. Pemerintah sendiri mulai tahun 2020 hingga 2024 dijadikan tahun peningkatan budidaya porang sehingga bisa mendongkrak nilai ekspor Indonesia. 

Ada sisi lain yang membuat masyarakat sangat tertarik adalah adanya seorang Martono yang sangat konsen dengan tanaman porang. Beliaunya adalah seorang petani porang konvensional namun sangat berpengalaman. Dengan pengalamannya, Martono rela berbagi pengalaman tanpa ada pamrih sama sekali. 

Dengan PPCInya (Petani Porang Cerdas Indonesia). Sudah banyak sekali kelompok PPCI yang didirikan dan dibina yang tersebar di berbagai Kabupaten bahkan tingkat Nasional. Melalui PPCI, Martono dengan senangnya memberikan pengalamannya kepada petani bagaimana cara berbudidaya porang dengan benar dan berhasil. 

“Saya ingin sekali para petani porang tidak hanya mengikuti trend yang terjadi sekarang, saya ingin para petani menjadi petani yang benar-benar menguasai tehnik dan cara menanam porang yang benar, sehingga Bisa menjadi petani porang yang handal. PPCI yang saya dirikan adalah sarana berbagai pengalaman berbudidaya porang, saya akan memberikan pengalaman saya kepada anggota PPCI yang membutuhkan. Saya hanya berpesan, bahwa berhati-hatilah dalam berbudidaya porang. Karena dengan trend yang muncul sekarang, tidak mustahil akan ditumpangi dengan berbagai kepentingan”, demikian disampaikan Martono.

Masih menurut Martono, bahwa tanaman porang ini sebenarnya tanaman liar yang sudah tumbuh mulai jaman penjajahan dulu. Namun karena masyarakat tidak mengetahui manfaat dan nilai ekonomisnya maka banyak masyarakat uang menganggap remeh tanaman ini. Di desa Sumberbendo kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, tananan porang sudah dikembangkan lama sekali. 

Baru akhir-akhir ini PORANG menjadi sorotan masyarakat, bahkan ada yang menganggap budidaya porang ini adalah bisnis MLM. Pemikiran yang salah, karena budidaya porang adalah kegiatan pertanian/perkebunan murni, dimana porang ini akan menjadi bahan baku untuk kosmetik, makanan, kesehatan dan sebagainya. Oleh karenanya pemerintah sendiri berniat menggalakkan budidaya tanaman ini.

PPCI yang didirikan Martono adalah sebuah sarana yang dilewatkan media sosial whatsapp, yang dikembangkan dan dijalankan oleh Martono, karena media saat ini sudah memasyarakat. PPCI ini dikembangkan untuk memfasilitasi petani porang pemula, yang belum paham benar tentang porang. (cometo-ngw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here