Gambar Ilustrasi

Opini Politik. www.panjinasional.net – Bisik-bisik lintas komunitas, partai-partai hingga kelompok masyarakat Kota Surabaya masih bermuara di meja warung kopi dan pos ronda.

Saya menulis catatan ini sekedar turut memanasi telinga lintas kubu diluar kekuatan partai PDI-P Surabaya yang mana kekuatan masanya menjadi barometer partai-partai lain yang tidak tahan menunggu siapa jagonya di Pilkada 2020 tahun ini.

Karena tak tahannya menunggu hingga mencari bocoran pun sulit ditembus, hingga para partai lain seperti PKB, Nasdem, Demokrat, PKS dan lainnya sudah mengusung calonnya secara serentak yaitu MA alias Mahfud Arifin mantan Kapolda Jawa Timur.

Siapapun bisa berprediksi, termasuk saya yang lagi ber opini. Siapakah jago yang bakal mendapat restu Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI-P untuk pemegang SK menjadi Calon Walikota Surabaya periode 2020-2025.

Diantara Para Kandidat ternama Cawali Surabaya ada 15 figur versi PDI-P :

1. Whisnu Sakti Buana

2. Gus Hans

3. Dhimas Anugrah

4. Eri Cahyadi

5. Dwi Astutik

6. Sutjipto Joe Angga

7. Hanif Dhakiri

8. Untung Suropati

9. Gus Ali Azhara

10. Eddy Tarmidi Widjaya

11. Lia Istifhama

12. Firman Syah Ali

13. Vicentius Awey

14. Gunawan

15. Bayu Airlangga

Sampai jadwal penutupan hanya satu orang yang tidak mengembalikan berkas pendaftaran adalah Achmad Yunus.

Diantara para kandidat dan kekuatan partai-partai yang sudah memastikan diri untuk meramaikan pesta demokrasi serentak di tahun 2020 ini, nampaknya masyarakat Surabaya belum puas kalau PDI-P belum mengumumkan jagonya yang bersimbolis pengganti Risma.

Mungkinkah salah satu diantara 15 kandidat itu bakal menerima SK, atau ada calon tersembunyi yang bakal dijagokan, siapa dia.? Saya mencoba menebak siapa Predikat pengganti dan penerus Rismaharini alias Risma walikota yang menjadi icon pesatnya perkembangan dan pembangunan kota Surabaya.

Kalau kita simak munculnya Baliho yang menjadi Vira di Surabaya beberapa waktu lalu, ada gambar pasangan Eri Cahyadi dan Rismaharini. Mungkinkah itu sebagai lambang pancingan animo masyarakat yang dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu sebagai gambaran awal?.

Tapi bagaimana kelanjutan setelah Baliho pasangan itu akhirnya sekedar di copot Satpol-PP?..

Bahkan munculnya kelompok-kelompok masyarakat yang mendukung pasangan itu sebagai calon pasangan walikota dan wakil walikota Surabaya periode 2020-2025.

Prediksi vs Prediksi.

Berbagai cara Megawati Soekarnoputri yang berharap Risma untuk menarik rangking Risma ke pusat sebagai pertanda bahwa Risma yang namanya mendunia itu bersedia menjabat menteri atau gubernur DKI 2022 mendatang. Namun sisi lain PDI-P Surabaya tidak ingin kalah di Pilwali Surabaya.

Nah disini yang menarik sebuah kesimpulan dan membuat otak nakal saya ber prediksi, boleh kan?.

Gambaran dan upaya Megawati untuk menggeret Risma ke Pusat namun Pilwali tetap dimenangkan PDI-P dengan cara, Risma dipasangkan sebagai wakil Cawali Surabaya yang dipasangkan dengan Eri Cahyadi sebagai pasangan yang bisa memenangkan pertarungan Pilwali Surabaya.

Kemungkinan menang itu bisa jika Risma diusung kembali yang notabene pengaruh Risma masih menguasai dukungan kuat masyarakat Surabaya.

Setelah pasangan Eri-Risma menang dan sudah dilantik, maka Ketum Megawati bisa ajak Risma mundur lalu bertarung sebagai kandidat calon Gubernur DKI mendatang. Dan tidak salah pula kemungkinan bakal terjadi. Niscaya 2 tahun kemudian Risma ditarungkan menjadi Kandidat Capres 2024 mendatang.

Prediksi tersebut saya bukan menjamin mulus atau tidaknya langkah politik Risma, sebab semua Pola Pandang Politik dan kepiawaian dan negarawan seorang Megawati Soekarnoputri siapa yang tahu.**Gatot Irawan Pemred Media Panjinasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here