Semarang. www.panjinasional.netWalikota Semarang Hendrar Prihadi meminta agar para pengembang tetap menarapkan program ramah lingkungan. Di kawasan perumahan yang akan dibangun, pengembang harus menyisakan pepohonan agar tetap teduh dan rindang.

“Jika kawasan perumahan ada pepohonannya, sudah tentu akan menimbulkan kesan tersendiri bagi konsumen. Di samping tampak asri dan estetik, juga berdampak pada kesehatan masyarakat karena udara akan terasa segar,” kata Walikota Hendi, panggilan akrabnya, saat memberi sambutan dalam kegiatan jalan sehat di Kelurahan Gondoriyo, Selasa (11/2/2020). 

Kawasan perumahan di Kota Semarang, lanjutnya, selalu meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu kalau tidak diantisipasi keberadaan pepohonan sejak dini, dikawatirkan berdampak pada terjadinya tanah longsor maupun bencana banjir berkepanjangan. Sebagaimana diketahui bahwa pohon juga berfungsi sebagai resapan air sekaligus sebagai penangkal longsor.

Selain persoalan pohon, walikota juga menjelaskan beberapa program yang menyentuh langsung kepada masyarakat luas. Antara lain, pendidikan gratis hingga smta dan beasiswa 6 juta rupiah bagi mahasiswa dari keluarga miskin berprestasi, kenaikan hingga 50 an persen  bantuan transportasi dan operasional rt/rw, serta kenaikan santunan kematian dari 1,2 juta menjadi 2 juta rupiah dimulai tahun anggaran 2020. 

“Para lansia juga gak usah kawatir. Dengan memiliki kartu lansia, pemerintah akan memberikan kemudahan dengan mendahulukan mereka untuk layanan kesehatan. Mereka juga mendapat keringanan transportasi berupa  keringanan memberi tiket ketika naik BRT, yaitu hanya membayar 1000 rupiah,” jelasnya. (Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here