Gresik, www.panjinasional.net  – Pencarian korban bunuh diri seorang pemuda dengan cara menceburkan diri ke Sungai Bengawan solo, sudah berlangsung selama 7 hari sejak melompat dari atas jembatan sembayat lama, Minggu (12/01/2020)

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Gresik, Basarnas, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Gresik, serta masyarakat dan pihak keluarga korban telah berupaya keras melakukan pencarian.

Selama tujuh hari pencarian korban dengan menyusuri sungai Bengawan Solo hingga ke Muara Sungai belum berhasil menemukan korban, ataupun tanda –tanda pakaian korban , seperti kaos, sarung atau lainnya yang digunakan korban saat lompat dari jembatan, maka akan dilanjutkan pencarian

“Hari ini memasuki hari ketujuh pencarian korban diduga bunuh diri atas nama Muhammad Fuad Thoifi Ihsan (22), warga Desa Abar Abir, Kecamatan Bungah. Bila belum juga ditemukan, maka sesuai SOP (Standart Operasional Prosedur), pencarian korban akan dihentikan,” jelas Kasubag Humas Polres Gresik AKP Hasyim Ashari, Sabtu (18/1/2020). 

Sementara itu, Ketua Tim Relawan dari PMI (Palang Merah Indonesia) Gresik, Achmad Zubaidi Firdaus mengatakan, selama 7 hari melakukan pencarian korban, pihaknya belum menemukan tanda-tanda korban.

 “Kami akan terus melakukan pencarian,hingga hari terakhir ini belum membuahkan hasil,” ujar pejuang kemanusiaan ini.

Pada hari terakhir pencarian korban, Tim SAR Gabungan hingga sore hari melakukan penyisiran Namun Korban belum juga diketemukan. Hal yang mungkin berpengaruh dalam pencarian korban karena arus sungai yang deras dan air yang keruh selama pencarian berlangsung.  

Seperti diberitakan sebelumnya, Korban atas nama Muhammad Fuad Thoifi Ihsan ini melakukan aksi bunuh diri di duga karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan setelah sekian lama menganggur. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here