Gambar ilustrasi

Sumenep, www.panjinasional.net Oknum Kepala Dusun (Kadus) Langgundi Timur, Desa Lembung Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga mengibuli atau membodohi Penerima Manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Dusun setempat.

Pasalnya, oknum Kepala Dusun (Kadus) Langgundi Timur, yang diketahui berinisial FZ tersebut diduga telah meminta Kartu ATM dan No. Pin milik Penerima Manfaat BPNT pada melakukan transaksi pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di e-Warong atau Agen BPNT setempat.

Ironisnya lagi, beberapa oknum Aparatur Desa Lembung Timur, diduga telah mengintervensi Penyaluran BPNT di Desa Lembung Timur dengan cara menyuruh para Penerima Manfaat untuk membagikan beras dan telur kepada warga Desa Lembung Timur yang tidak terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat BPNT.

Menurut salah satu Penerima Manfaat BPNT di Dusun Langgundi Timur yang tidak mau disebutkan identitasnya mengatakan, bahwa oknum Kepala Dusun (Kadus) Langgundi Timur tersebut meminta Kartu ATM dan No. Pin milik sejumlah Penerima Manfaat BPNT di Dusun Langgundi Timur pada saat realisasi Bantuan Pangan Non Tunai di Desa Lembung Timur.

“Dulu dikampung sini semua Keluarga Penerima Manfaat BPNT disuruh berkumpul dan membawa Kartu ATM oleh Kepala Dusun (Kadus) Langgundi Timur. Setelah itu semua Kartu ATM dan No. Pin Penerima Manfaat BPNT dikampung sini termasuk punya saya diminta oleh pak Kadus, lalu di cek saldo dan pin saya itu di catat ke buku. Katanya Pak Kadus ini untuk penerimaan beras,” kata salah satu Penerima Manfaat BPNT di Dsn. Langgundi Timur kepada pewarta, Kamis (16/01)

Lebih jauh sumber menjelaskan, setelah Saldo milik para Penerima Manfaat BPNT di chek, Kartu ATM saya dan Penerima Manfaat lainnya dikasihkan lagi, tapi stroke pembelanjaanya gak dikasihkan ke saya dan para Penerima Manfaat BPNT lainnya. Sehingga kami tidak tahu berapa Saldo saya dan para Penerima Manfaat lainnya yang sudah dibelanjakan.

“Waktu itu saya dapat telur 4 (empat) butir dan beras 2 (dua) sak dan itupun sama pak Kadus berasnya disuruh bagi rata sama 2 (dua) orang warga lainnya,” jelas dia.

Selang beberapa hari kemudian, sambung sumber, Kartu ATM kami ditarik lagi disuruh kumpulin ke rumahnya RT masing-masing dengan alasan ada perubahan. Kemudian setelah itu ada perintah suruh ambil beras dan telur lagi.

“Cuman dipencairan yang kedua sebagian aja yang dapat beras 1 (satu) sak sama telur 6 biji, saya sendiri gak dapat. Dan ada salah satu Aparat Desa menghimbau kepada Penerima Manfaat kalau ada yang nanyak masalah BPNT suruh bilang sudah dikasih yang 4 bulan ya, langsung ibu-ibu bilang iya semua,” imbuhnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Lembung Timur saat dikonfirmasi oleh tim awak media melalui sambungan telepon selulernya tidak merespon meskipun nada dering terdengar aktif. Bahkan Kepala Desa (Kades) Lembung Timur tersebut terkesan menutup komunikasi dengan awak media.

Sebab, selang beberapa menit setelah awak media menghubungi Kepala Desa (Kades) Lembung Timur, beliau mengirim pesan singkat kepada awak media.” Siapa ini,” berikut SMS dari Kepala Desa (Kades) Lembung Timur, kepada pewarta, Kamis (16/01).

Namun setelah awak media membalas pesan dari Kepala Desa (Kades) Lembung Timur dan memberitahukan bahwa dari Wartawan, pihaknya tidak lagi membalas pesan dari awak media. @(dar/team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here