Dalam Lingkaran Atik ketika disekap, depannya citra dan putrinya

Surabaya. www.panjinasional.net Dugaan aksi penculikan dan penyekapan yang dilakukan oleh Chitra Permana dkk sejak dilaporkan ke Polda Jatim pada tanggal 2 April 2019 silam dengan tanda bukti lapor nomor : TBL/275/IV/2019/UM/JATIM dugaan melanggar pasal 333 KUHP.

Surat laporan kepolisian

Sesudah 9 bulan lamanya baru satu yang dijadikan tersangka oleh penyidik Polrestabes yakni Chitra Permana bos pemilik toko UD Karya Baru kawasan jalan Dukuh 64 Surabaya yang diduga sebagai pemeran utama dalam aksi penculikan dan penyekapan terhadap korbannya Atik Surani warga Solo Jawa tengah.

Sayangnya ketiga pelaku yang lainnya yang diduga turut serta dalam aksi penculikan dan penyekapan yakni Nurul Huda sopir, Siek Efelin,SE adik Chitra, Abraham Patti Pemilu Hu. 

Namun diduga oleh oknum penyidik Polrestabes tidak dijadikan tersangka ” ADA APA ?” sangat ironis, kalau tersangka Chitra yang hanya seorang wanita bisa menculik korban Atik di stasiun balapan pada 29 Maret 2019 hanya seorang diri ?.

Dasar SP2HP tertanggal 2 Januari penyidik Resmob Polrestabes akan segera memanggil tersangka Chitra Permana untuk pemeriksaan lebih lanjut dan akan menyerahkan berkas perkaranya ke kejaksaan negeri Surabaya.

Ketentuan pasal 333 KUHP barang siapa dengan sengaja dan dengan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang, atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian, diancam dengan pidana penjara paling lama delapan ( 8 ) tahun penjara.

Seseorang dapat dilakukan penahanan karena perbuatannya yang melanggar hukum, singkatnya korban Atik Surani waktu itu dalam penguasaan atau diduga disekap oleh tersangka Chitra dirumahnya kawasan Dharmahusada Indah I Surabaya selama 18 hari sejak 29 maret s/d 16 April 2019, dan menurut pakar hukum I Wayan Titip Sulaksana SH,MS praktisi hukum UNAIR  bahwa unsur perbuatannya sudah memenuhi sebagaimana pasal 333 KUHP.

Pihak Keluarga korban Atik berharap semua pelaku penculikan dan penyekapan diberikan sangsi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Demi nama baik dan citra positif institusi kepolisian di masyarakat kiranya penyidik yang menangani perkara ini agar melaksanakan tugasnya dengan sebaik baiknya ( red) bersambung………………..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here