Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sumenep.

www.panjinasional.net Sumenep – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur, kini telah memiliki gedung atau depo Arsip.

Dengan adanya gedung atau Depo Arsip tersebut Pemerintah Kebupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kedepan akan melakukan suatu pendataan Arsip baik Arsip yang bersifat Internal maupun eksternal.

Bahkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep sudah mulai merencanakan akan membentuk tim pencari data Arsip Sumenep.

Saat berbincang-bincang dengan media www.panjinasional.net Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep “H. Ahmad Masuni, SE. MM”, menyampaikan bahwa, jika kita berbicara terkait masalah Arsip pihaknya berfikir ada dua yakni, ada Arsip yang bersifat internal dan Arsip eksternal. Sementara kalau Arsip internal tentunya saya bicara Arsip nya yang ada di OPD-OPD itu.

“Kedepan bagaimana arsip OPD ini tertata dengan rapi, karena kemaren memang  penataan Arsip itu kurang maksimal di OPD, untuk itu iya butuh perbaikan. Karena kedepan Arsip ini merupakan indikator dari penilaian SAKIP, kalau Arsip nya tidak bisa ditata dengan bagus, maka SAKIP nya tidak akan mendapatkan nilai bagus,” katanya Senin (16/12)

Karena lanjut dia ini sudah peraturan Menpan RB. Dalam peraturan Menpan RB itu dikatakan penilian Arsip itu merupakan indikator penentuan SAKIP baik atau jeleknya SAKIP di Arsip itu juga. “Untuk itu kami akan terus membina OPD bagaimana tata kelola arsip itu yang bagus,” ujarnya.

Dijelaskan pula nanti kedepan bagaimana setiap OPD itu bisa melaksanakan Arsip aktif sampai inatif. “Nah nanti kalau sudah tatis maka tinggal dipindah ke Depo,” ucapnya.

Sementara kata dia kalau kita berbicara Arsip eksternal tentunya tidak bisa dilepas dengan tentang masalah Arsip sejarah Kabupaten Sumenep itu seperti apa..? Nanti ini juga disimpan di DEPO. Sejarah ke Pemimpinan BUPATI dari awal sampai sekarang itu data Arsip nya harus ada.

“Kami nanti akan membentuk tim pencari data Arsip Sumenep terutama tentang juga masalah hari jadi, Arsip nya dimana tentang sejarah keraton, sejarah kepulauan,” jelas dia.

Dikatakan, kalau memang berdasarkan informasi teman teman saya Arsip Sumenep itu banyak di Belanda, terutama Arsip PT Garam. Karena sejarahnya kan Belanda membangun PT Garam itu kan di Kaliaget. Sehingga Arsip pegaraman itu ada di Belanda.

“Nanti kalau memang Bapak Bupati mengijinkan kami akan datang ke Belanda untuk mencari Arsip Sumenep untuk di Depro,” sambung dia

“Karena di Belanda itu banyak Arsip nya Sumenep, kalau sudah Arsip hilang, maka regenarasi tidak mempunyai informasi yang jelas nanti tentang Sumenep. Nanti itu di Depro disimpan di Depo. Ini loh sejarah Kabupaten Sumenep sebenarnya, ini loh Sumenep sejak awal, sampai sekarang bagaimana ini harus tertata arsip itu,” tegasnya.

Tidak hanya itu mantan Kepala Dinas PMD ini kedepan akan mendekati tokoh-tokoh untuk mencari tentang arsip Budaya kuno, seperti Kitab Jati Swara.

“Kami akan mendekati tokoh-tokoh itu. Karena ada namanya Kitab Jati Swara, yang mana kitab ini merupakab kitab kuno, ini nanti saya akan dekati tokoh pinggir papas akan di depro dan nanti kita akan taruh di Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini sebagai wahana pembelajaran, sebagai wahana penelitian,” lanjutnya.

“Jadi Perpustakaan ini sekarang tidak hanya baca tapi juga penilitian dan juga jadk reksiasi Ilmu disini. Dan ini akan terus saya kembangkan nanti di DPK, dimana DPK ini juga sebagai wahana penelitian dan juga wahana pembelajaran,” tuturnya.@qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here