Ini lokasi situs-makam-kranggan-waru yang di-teliti-arkeolog

Rembang, www.panjinasional.net – Setelah melakukan penelitian dan kajian, tim arkeolog dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang menyimpulkan bahwa makam Kranggan di Desa Waru, Kecamatan Rembang Kota, Jawa Tengah, teridentifikasi sebagai komplek makam kuno.

Ketua tim arkeologi yang melakukan penelitian Retna Dyah Radityawati yang akrab di panggil Nana kepada media ini Rabu (4/12) mengutarakan, di komplek makam Islam biasanya dikenal tiga komponen. Yakni, nisan atau penanda yang biasanya di tempatkan dibagian kepala dan kaki. Kedua, jirat atau badan makam yang merupakan struktur gundukan memanjang tubuh tokoh yang dimakamkan. Dan komponen ketiga adalah cungkup. Yakni bangunan atau rumah yang melingkupi makam.

“Setelah kami lakukan analisa dan identifikasi sederhana, makam Syeh Mundhir Manan Alfarizi di komplek pemakaman umum Kranggan Desa Waru Rembang, tinggal batu nisan yang masih asli. Sedang jirat dan cungkup sudah dilakukan modifikasi,” tutur Nana.

Dia menambahkan, batu nisan makam Syeh Mundhir Manan terbuat dari batu kapur berbentuk persegi dan pada sisi atasnya melengkung.

“Nisan makam-makam kuno biasanya terbuat dari bahan yang dekat dengan daerah asalnya. Seperti Rembang terkenal dengan hasil batu kapurnya, sehingga banyak nisan makam kuno terbuat dari bahan tersebut,” tandas Nana.

Nana menambahkan, nisan makam Syeh Mundhir Manan yang terbuat dari batu kapur dan secara fisik paling besar jika di banding nisan lain. Itu artinya bahwa Syeh Mundhir Manan memang menjadi pemuka atau pemimpin masyarakat pada saat itu.

Menurut referensi dan informasi Syeh Mundhir Manan wafat pada 27 Robiulawal 733 H. Dia merupakah salah satu tokoh ulama dari luar Nusantara seperti tokoh lain. 

Baca juga: http://situs-makam-kranggan-waru-di-teliti-arkeolog/

Ada sebagian warga Desa Waru tidak percaya itu maka waliullaah. Atas kontroversi tersebut Pemdes dan sejumlah tokoh agama di Waru sepakat sowan Habib Lutfi Pekalongan. Kemudian Habib Lutfi menyarankan mengundang arkeolog untuk mastikan bahwa situs tersebuh soheh sebagai makam Syeh Mundhir Manan. (yon).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here