Sumenep, www.panjinasional.netPanitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Paseraman, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Resmi dilaporkan ke Polres Sumenep oleh Saksi Calon Kepala Desa Paseraman No. Urut 03. Senin 02 Desember 2019, Sekira pukul 16:00 Wib. 

Berdasrkan Laporan Polisi : LP/209/XII/2019/Jatim/RES SMP, tanggal 02 Desember 2019, Panitia Pemilihan Kepala Desa Paseraman dilaporkan atas dasar dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat (1) KUH Pidana. 

Menurut Kuasa Hukum Pelapor, Syaiful Bahri SH, kepada media www.panjinasional.net, mengatakan bahwa, Ada beberapa surat atau Berita Acara yang terdapat di dokumen USULAN PENGESAHAN dan PRLANTIKAN KADES TERPILIH yang dibuat oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa Paseraman, terdapat tanda tangan saksi dari Calon Kepala Desa Paseraman No. Urut 03 yang diduga telah dipalsukan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Paseraman

“Seperti Berita Acara Jalannya Pemungutan Surat Suara, Berita Acara Penghitungan Jumlah Surat Undangan dan Penghitungan Surat Suara dalam keadaan tertutup, sampai Rekapitulasi Hasil Penghitungan Surat Suara, ada tanda tangan Klien saya, padahal Klien saya ini tidak pernah menandatangani Berkas Berita Acara tersebut,” Kata Syaiful Bahri SH, Kepada Pewarta Senin 02/12 di Mapolres Sumenep.

Lebih Lanjut Advokat yang biasa dipanggil Ipunk itu menjelaskan bahwa, pihaknya telah menyerahkan beberapa bukti Fhotocopy Salinan SK Penetapan Calon Kepala Desa Paseraman Terpilih dan Berkas Berita Acara Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Paseraman yang didalamnya terdapat tanda tangan dari Saksi Calon Kepala Desa Paseraman No. Urut 03 yang diduga dipalsukan oleh pihak Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Paseraman kepada Penyidik Polres Sumenep. 

“Selain melaporkan kasus dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan ini, kita juga berencana akan segera menggugat Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Paseraman dan juga BPD Paseraman ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),” Sambung dia. 

“Karena pelaksanaan tahapan-tahapan Pemilihan Kepala Desa di Desa Paseraman ini banyak yang tidak sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, bahkan Panitia Pilkades Paseraman terindikasi melakukan kecurangan dalam melaksanakan Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa Paseraman,” Imbuhnya.@(dar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here