Rembang, www.panjinasional.net – Meski tahun ini terjadi lonjakan produksi lantaran musim kemarau berlangsung cukup panjang, namun Koperasi petani garam Rembang “Guyub Rukun” tidak berani melakukan pembelian  garam secara besar-besaran untuk mengisi gudang garam milik PT Garam Nasional (PGN). Ini lantaran stok garam hasil pembelian musim panen tahun lalu belum dijual, lantaran harga anjlok. Menurut informasi, stok garam krosok di gudang PGN di Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori saat ini masih terisi sekitar 1.600 ton. Dari jumlah itu, 1.300 ton diantaranya hasil pembelian tahun lalu.

Ketua Koperasi garam Guyub Rukun Rembang H Rasmani ketika di konfirmasi media ini Kamis (28/11) membenarkan kondisi diatas. Dia mengaku mumet soal stok garam. Karena garam hasil pengadaan tahun sebanyak 1.300 ton hingga saat ini belum terjual. 

Rasmani mengutarakan, tahun lalu pihaknya membeli garam petani kualitas atau kw 1 seharga Rp 1.300 per kg. Sementara harga garam kualitas 1 tahum ini hanya berkisar Rp 600 – Rp 700 per kg. Sehingga jika di paksakan dijual, akan mengalami kerugian besar.

“Pusing mas. Kami seperti makan buah simalakama. Satu sisi kami belum berani menjual garam, karena akan merugi, disisi lain ada tugas dari PGN untuk melakukan penyerapan garam petani. Apa lagi tahun ini produksi garam cukup melimpah,” ungkap Rasmani.

Mantan Kades Purworejo Kaliori tersebut menambahkan, hingga saat ini pihaknya baru melakukan pembelian garam petani sebanyak sekitar 300 ton. Dan harga garam rata-rata Rp 550 per kg. “Terus terang kami tidak berani melakukan pembelian garam secara lebih banyak, mengingat stok garam tahun lalu masih menumpuk,” tandas Rasmani.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Rembang H Suparman melalui Kabid Produksi Mardanu ketika dikonfirmasi Kamis pagi (28/11) mengatakan, hingga hari ini produksi garam curah atau krosok di Rembang tahun ini sudah mencapai 181.000 ton lebih. Dan jumlah itu diperkirakan akan bertambah karena cuaca di wilayah Rembang masih cukup panas.

Mardanu menambahkan, sentra produksi garam di daerah ini tersebat di lima kecamatan pantai utara (pantura), yakni Kecamatan Kaliori, Rembang, Lasem, Sluke, Kragan dan Kecamatan Sarang. Sedang areal tambak garam mencapai sekitar 4000 an hektare. Sementara petami yang terlibat dalam pengolahan tambak garam mencapai sekitar 3.500 an orang.

“ Produksi garam di Rembang tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Tahun lalu produksinya hanya sekitar 120 ribuan ton, sedang tahum ini meningkat menjadi sekitar 180.000 ton. Ini karena musim kemarau tahun ini lebih panjang dibanding tahun lalu,” pungkas Mardanu. (yon).

Ket gb.

Karena hujan mulai turun sebagian areal tambak garam di Rembamg sudah tidak berprodoksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here