Penandatanganan Kerjasama Disnaker Kendal - PT Terryham Proplas Indonesia, Rabu 20 November 2019 di Balai Diklat Wira Usaha Muda Kends UPVC Kendal.

Semarang. www.panjinasional.net – Kebutuhan tenaga kerja siap pakai di wilayah Kendal terus meningkat seiring dengan akan diberlakukannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang kini sedang digodog sistematikanya. Selain itu, juga dijadikannya Kendal sebagai penyangga beberapa kota lainnya di Jawa Tengah, baik mengenai infra struktur maupun kebutuhan pertanian dan industri dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen.

“Peluang itu menjadi pemicu kami untuk pro aktif menyediakan tenaga kerja melalui balai latihan kerja maupun kerjasama dengan perusahaan yang ada di Kendal,” kata Kadisnaker Kabupaten Kendal Syukron Samsul Hadi dalam acara penandatanganan MoU bersama dengan Direktur PT  Terryham Proplas Indonesia, Syamsunar, di Balai Diklat Wira Usaha Muda Kends UPVC Kendal, Rabu (20/11/2019).

Bersamaan dengan acara penandatanganan, Disnaker Pemerintah Kabupaten Kendal menyerahkan 32 pencari kerja untuk dididik sebagai tenaga profesional di bidang perakitan Unpalstized Poly Vinyl Chloride (UPVC) kepada PT Terryham Proplas Indonesia, produsen Kends UPVC. 

“32 orang tenaga kerja ini kami serahkan kepada manajemen Kends UPVC untuk dididik sebagai tenaga ahli selama 20 hari dengan rincian 5 hari menjadi tanggung jawab Disnaker dan yang 15 hari kewenangan Kends UPVC. Syukur setelah selesai diklat, direkrut semuanya oleh manajemen Kends UPVC,” harap Syukron Samsul Hadi.

Direktur PT Terryham Proplas Indonesia Syamsunar menyambut positif kerjasama yang dibangun bersama Disnaker Kendal. Selain sebagai wujud kepedulian bersama terhadap pengembangan industri ke depan, juga sebagai upaya membantu permaslahan di masyarakat khususnya mengenai penyiapan tenaga kerja ahli atau profesional.

 “Silakan dalam diklat nanti, selain mendapatkan materi sesuai silabus yang kami terapkan, peserta diklat berinovasi tentang pemasaran dan perakitan UPVC,” kata Syamsunar.

Apalagi, tambahnya, konsumen UPVC sebagai bahan bangunan rumah dan gedung ini, diproduksi di dalam negeri dan sebagai satu-satunya dan yang pertama di Indonesia.  Karena itu, pangsa pasarnya masih sangat luas dan persaingannya belum begitu ketat.

“Kondisi itu masih didukung lagi dengan adanya penggunaan tingkat komponen dalam negeri yang kini mencapai 76 persen. Jadi intinya produk Kends UPVC ini peluang konsumennya masih sangat besar. Bukan hanya konsumen dalam negeri saja, melainkan juga konsumen dari luar negeri,” tandasnya.,(Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here