Trenggalek www.panjinasional.net – DPRD Kabupaten Trenggalek Gelar rapat komisi terkait susunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( RAPBD ) tahun 2020. Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Samsul Anam sangat  menyayangkan dalam penyusunan anggaran pembahasan RAPBD Tahun 2020 masih banyak yang perlu di rasionalisasi, kamis 7/11/2019.

Dengan adanya asumsi Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) mengalami penurunan hingga 145 millyar.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD mendesak  Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk melakukan evaluasi ulang dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Dari beberapa hal yang disampaikan Anggota DPRD masih ada perbaikan, karena asumsi KUA-PPAS dengan RAPBD mengalami penurunan yang cukup signifikan Oleh sebab itu ada beberapa hal yang terpaksa harus di sosialisasikan dari masing – masing OPD, dan belanja tidak langsung sehingga  dapat menutupi defisit anggaran,”tuturnya.

”Misalnya ada beberapa yang harus  diperhatikan supaya dapat menutupi kekurangan defisit, namun dilain sisi program prioritas harus tetap dijalankan, jangan sampai terganjal karena faktor defisit anggaran,” Ujarnya.

Menurut samsul Anam dari segi perencanaan, Banggar DPRD menyarankan kepada TAPD untuk melakukan koordinasi dengan OPD dengan perencanaan yang sudah terealisasi, sebagaimana yang sempat dibahas di tingkat komisi, paling tidak defisit anggaran itu dapat ditutupi dalam kegiatan yang bersifat tidak mendesak red langsung.

Sehingga apa yang telah disampaikan oleh komisi lebih diperhatikan lagi seperti bagaimana meningkatkan pelayanan Rumah Sakit Dr. Soedomo mungkin bisa lebih baik, kegiatan peningkatan insfrastruktur jalan dalam mendukung perekonomian juga jangan sampai terbengkelai,” tuturnya.

Lebih lanjut, ketua DPRD Kabupaten Trenggalek samsul Anam belum bisa memastikan ada beberapa hal yang perlu disetujui melalui anggaran yang disediakan tahapan selanjutnya pihaknya akan memanggil TAPD dan OPD, bagaimana masing masing OPD dalam menyusun kegiatan yang akan dilaksanakan dalam APBD 2020. 

Karena masih bersifat makro dalam pelaksanaan awal,”maka untuk lebih detailnya nanti akan mengundang TAPD dengan OPD yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sehingga bisa mempertajam penjelasannya di masing – masing OPD,” Pungkasnya. @ndik. �A�6��

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here