Gresik – Kecelakaan kerja yang menyebabkan seorang pekerja meninggal dunia terjadi pukul 11.30 WIB pada proyek pembangunan perusahaan Smelter yang berada  di dalam lokasi pelabuhan JIIPE kecamatan manyar Kabupaten Gresik. Kamis (31/10/2019)

Korban meninggal dunia atas nama Qusoyilillah (60) yang beralamat di jl. KH Syafei RT.003 RW 007 Pongangan Krajan Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.

Awal kecelakaan bermula pada saat Korban yang bekerja sebagai kernet Truc Nissan Nopol L 8319 UK dengan sopir berinisial K (42) yang bekerja pada PT. Putra Perkasa Gemilang ini akan melakukan bongkar muatan galian C di lokasi pembangunan pabrik Smelter  yang berada di dalam lokasi Pelabuhan JIIPE.

Saat itu Korban Qusoyilillah tengah membuka slot atau kunci bak sebelah belakang kendaraan dump truck, selanjutnya setelah slot /kunci bak terbuka tiba-tiba sebagian tanah urug yang dimuat diatas truck tertumpah dan mengenai korban hingga sebagian tubuhnya tertimbun tanah uruq.

Teman- teman korban yang mengetahui kejadian itu segera menolong korban yang terjatuh dan sebagian tubuhnya tertimbun muatan tanah uruq saat itu tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit Fatma Medika Sembayat Manyar. Namun sesampai di RS Fatma Medika oleh dokter dinyatakan korban sudah tidak bernyawa alias meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Manyar Ipda Suhari, saat dikonfirmasi atas kejadian itu membenarkan telah terjadi laka kerja yang menyebabkan satu orang korban meninggal dunia.

“ Kita telah melakukan oleh TKP dan itu murni kecelakaan, pihak  Keluarga telah menerima atas kejadian itu dan tidak menuntut apa-apa sudah diselesaikan secara kekeluargaan.” Kata Suhari Saat dikonfirmasi via Telepon. (4/11/2019)

Sementara Sopir  dump truck inisial K yang tinggal di jl mayjend sungkono prambangan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik diperbolehkan pulang dan tidak di tahan karena hasil pemeriksaan dan olah TKP  kecelakaan itu tidak ada unsur kesengajaan  dan murni kecelakaan.  

Mengacu pada  Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) diatur mengenai perbuatan yang mengakibatkan orang mati atau meninggal dunia  

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”    (shol)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here