Trenggalek www.panjinasional.net – Heri Nuryanto alias paijo 34 diringkus satnarkoba Polres Trenggalek di warung kopi tepatnya di dusun kebon Desa Besuki kecamatan munjunggan Kabupaten Trenggalek.

Pasalnya pemuda ini telah melakukan tindak pidana dengan sengaja menjual atau mengedarkan jenis pil dobel L di wilayah hukum Trenggalek. 

Dalam kegiatan pers liris yang di gelar di halaman Mapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan tertangkapnya Heri 34 pria ini adalah hasil dari pengembang kasus beberapa waktu lalu oleh satuan satnarkoba Polres Trenggalek,

4/11/2019.

“Dalam aksinya Untuk mengelabui petugas, Heri 34 ini menyembunyikan barang bukti berupa ratusan butir pil dobel L di box aplifier yang berada di kamar rumahnya di Kecamatan Munjungan” ucap Jean Calvijn. 

Penangkapan Heri 34 merupakan pengembangan dari pengungkapan kasus bulan Oktober 2019 kemarin dimana Polres Trenggalek berhasil menangkap 3 orang Bandar  dengan barang bukti 15 ribu butir pil dobel L dan Narkotika.

Dari tanggan Heri 34 Petugas berhasil mengamankan sebanyak 628 butir Pil dobel L dengan rincian satu bungkus kemasan plastik berisi 102 butir, satu bungkus kemasan plastik berisi 100 butir yang dimasukkan dalam bungkus rokok, 1 bungkus kemasan plastik klip berisi 22 butir, 3 bungkus kemasan plastik berisi masing-masing 100 butir, 1 bungkus kemasan plastik klip berisi 104 butir dan petugas juga  mengamankan sebuah handphone dan uang tunai Rp. 100 ribu rupiah dari tanggan tersangka. 

“Sampai saat ini tim masih bekerja dilapangan dan berupaya untuk melakukan pengembangan terhadap jaringan DPO berinisial B” tegas AKBP Jean Calvijn. 

Akibat perbuatannya tersangka HN dijerat pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) subs pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) dan (3) UURI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan yang diancam dengan pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak 1 milyar rupiah.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberantas dan zero tolerance terhadap Narkoba maupun Okerbaya yang secara nlangsung dapat merusak generasi muda. Narkoba tidak kenal profesi, status maupun usia. Oleh sebab itu, kami akan terus berupaya keras memberantas hingga ke akar-akarnya” Pungkasnya.@ndik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here