Enam diantara puluhan anggota KWS yang hadir. H Sucipto, nomor 3 dari kiri.

Semarang. www.panjinasional.net Ketua Komunitas Wartawan Senior (KWS) Wilayah Jawa Tengah Wahyudi mengungkapkan membangun harmonisasi di kalangan wartawan senior itu memang gampang-gampang susah. Kebanyakan dari mereka sudah berusia diatas 60 tahun. 

Wahyudi, Ketua KWS Jawa Tengah

“Di usia se-mereka memang memiliki pola dan gaya tersendiri dalam bersosialisasi. Apalagi sesama teman seprofesi yang sejak remaja sudah saling kenal. Jadinya ya tidak ada rasa ewuh pakewuh dan bicaranya ceplas ceplos,” ungkap Wahyudi dalam acara Temu Kangen Seduluran Saklawase periode  ke-3 anggota KWS di Delman Resto, Semarang (26/10/2019).

Wahyudi menambahkan karakter mereka sudah terbentuk dan terpatri dengan kebiasan-kebiasaan di tengah keluarga maupun sosial kemasyarakatan tempat mereka tinggal. Namun, lanjutnya, penyatuan pendapat yang sesulit apapun, tidak menjadi rintangan  yang berarti karena masing-masing dalam hatinya tertanam rasa kangen ingin bertemu, agar dapat bertatap muka langsung dan sekadar mendengar keadaannya.

“Hal itulah yang mendorong KWS tetap eksis dan bahkan ingin berkembang pada upaya ikut mengatasi persoalan-persoalan yang sedang atau akan menderanya,” kata Wahyudi yang dalam acara tersebut juga didaulat anggota untuk melanjutkan kepemimpinannya.  

Mantan Pemred Harian Wawasan H Sucipto yang kini menjadi anggota DPRD Jawa Tengah mengapresiasi keberadaan KWS. Di samping menjadi media silaturrohim, juga menjadi wahana mencari berbagai informasi.

“Sebagai media silaturrohim, dengan bergabung menjadi anggota KWS, seluruh anggota  bisa lebih panjang umur, sehat dan mendapat jalan untuk meningkatkan kesejahteraan. Dengan berkumpul menjadi anggota KWS, berbagai  informasi dengan mudah didapat.

“Rasanya terlalu sulit jika harus mencari rumah atau bertatap muka dengan para senior seperti pak Ajar, pak Bimo, pak Suroyo, dsb, karena tempat tinggalnya yang saling berjauhan. Tapi dengan adanya KWS, kita semua dapat berkumpul bertatap muka langsung di acara seperti yang kini kita lakukan.

“Pak Suroyo Syah, kini sudah berusia 80 tahun. Ada pak Haryono KO sang biliarder, Pak Item yang mirip dengan Hou Chi Mien, kemudian dokter Bimo, dan lain-lain, sungguh menjadi spirit yang luar biasa bagi kita semua untuk bertatap muka dan segera ingin bertemu melepas rindu,” ungkapnya.

Karena itu, lanjutnya, apresiasi yang sebesar-besarnya bagi teman-teman yang sudah menginisiasi kegiatan seperti ini. “Sepanjang demi kemaslahatan bersama, kami tidak ada istilah menolak. Kami selalu mendukung karena kami juga ingin selalu istiqomah pada hal-hal yang berasas kebaikan,” tandasnya. (Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here