Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat Rilis TSK (baju Orange) Perdagangan Satwa Langka.
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat Rilis TSK (baju Orange) Perdagangan Satwa Langka.

Gresik –  Polres Gresik berhasil mengamankan sebanyak 13 satwa langka yang diduga akan diperjual belikan dipasar secara illegal. Hal itu di ungkap dalam rilis yang dilakukan di halaman Mapolres Gresik, Selasa (8/10/2019)

Dihadapan awak media Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo menjelaskan bahwa hewan satwa yang diamankan adalah hewan yang hamper punah dan dilindungi.

“ Kami mengamankan  tersangka berinisial DA warga Gresik  yang memiliki 5 ekor burung Merak Hijau karena tidak memiliki ijin. Merak hijau merupakan satwa langka yang dilindungi karena hampir punah. Dan tersangka berinisial D yang masih dalam pencarian yang memperdagangkan 6 ekor burung Takur Api dan 2 ekor burung Takur Uli Sumatra” Kata Kusworo.

Dipasaran burung merak hijau harganya mencapai 25 juta per ekor, burung Tangkar Uli sekitar 1,5 juta per ekor dan Burung Takur Api kisaran harga 1 juta per ekor.  

Semua burung yang diamankan merupakan Satwa langka yang dilindungi  oleh  Pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI no.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “ setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup”

Untuk menjaga burung – burung tersebut tetap sehat, Polres Gresik berkoordinasi dengan Balai Konservasi  dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur dan menitipkan burung – burung tersebut sebelum dilepas ke habitatnya semula.

“Kami berkoordinasi dengan BKSDA agar selama ini masih proses hukum, burung – burung tersebut jangan sampai stress apalagi mati. Setelah ini satwa tersebut akan diperiksa oleh dokter hewan  dan pemeriksaan perilaku” ujar Kapolres.

Atas tindakan Perdagangan dan pemeliharaan Satwa Langka secara Illegal  tersebut, Tersangka  diancam dengan Hukuman Penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah). (shol)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here