Ultras Gresik saat aksi di depan Gedung DPRD Gresik

Gresik – Tutut keberadaan PT. Pesegres Joko Samudro (PJS) yang merupakan pengelola dari Gresik United, ribuan suporter Ultras Mania, gelar aksi di Gedung DPRD Gresik. Mereka mendesak agar DPRD Gresik segera memfasilitasi pertemuan suporter dengan pihak manajeman Gresik United, Kamis (03/10/2019).

Dalam aksi yang sempat terjadi kericuhan ini, ada 4 tuntutan yang mereka suarakan. Antara lain meminta DPRD Gresik agar memediasi dengan memanggil pihak-pihak terkait dalam hal ini adalah manajemen lama periode (2005-2009), Manageman Baru (Periode: 2010 s/d sekarang) dan pihak Pemda Gresik untuk memperjelas proses peralihan legalitas Gresik United yang awalnya berakta notaris milik Pemda Gresik (Rakyat Gresik) ke PT. Persegres Joko Samudro.

Meminta DPRD Gresik agar mendesak pihak PT Persegres Joko Samudro segera memberikan hak-hak gaji pemain yang belum terbayarkan mulai tahun 2017-2018. Mendesak DPRD untuk berkirim surat ke PSSI dan BOPI agar PT Persegres Joko Samodro tidak bisa mengikuti kompetisi sebelum kewajibannya diselesaikan. Memboikot seluruh pertandingan yang diikuti PT. Persegres Joko Samudro karena dirasa tidak layak mengelola Persepakbolaan di Kabupaten Gresik.

Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani saat menemui perwakilan Ultras Gresik di ruang rapat DPRD Gresik mengatakan, kita berdiskusi ini intinya kita disini mecari win win solution, agar Persegres United ini bisa lebih baik ke depan.

” Tuntutannya sudah kami tampung. Selanjutnya kita mengupayakan untuk mempertemukan manajemen dengan Ultras Gresik dan pihak-pihak terkait untuk bisa bertemu dan berdialog,” ungkapnya.

” Rencana hari Senin (07/10/19) kita akan kirimkan surat ke manajemen PT Persegres Joko Samudro, Rabu nya (09/10/2019) kita agendakan pertemuan nya,” sambungnya.

Seperti diketahui bersama, bahwa keberadaan Klub Gresik United saat ini sungguh sangat memprihatinkan, Klub kebanggaan masyarakat Gresik yang dulu pernah berada di liga satu, secara berturut-turut mengalami dekradasi hingga sekarang berada di liga tiga.

Sementara itu Ketua Umum (Ketum) Ultras Gresik Toriqi Fajerin usai mengatakan melihat keadaan Persegres Gresik United saat ini telah menunjukkan bahwa keberadaan PT. Pesegres Joko Samudro yang merupakan pengelola sama sekali tidak menunjukkan keseriusannya sebagai sebuah perusahaan yang profesional, transparan dan akuntable dalam pengelolaan industry persepakbolaan di Kabupaten Gresik.

” Terkait tawaran adanya manajemen baru kami nyatakan tetap akan menolak dan kita akan boikot. Karena kita sudah mengetahui hanya beda nama, isi nya orang-orang itu saja,” ujarnya.

” Sebelum aksi kita semua sudah sepakat, untuk mengambil alih team ini karena ada di liga tiga terkait manajemen dan finansial kita tegaskan Ultras sudah siap,” pungkas Ketum Ultras yang biasa disapa Haji Ricky ini. (Yit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here