A Budi Harta, Kepala Bidang (Kabid) Logistik Rehabilitasi dan Rekonstruksi (LRR) BPBD Kabupaten Trenggalek

Trenggalek Panjinasional.net –  Musim kemarau panjang, kini Kabupaten Trenggalek mengalami kekeringga. Dari data yang himpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Trenggalek, ada 14 kecamatan, 46 Desa mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

Bencana kekeringan ini merupakan rutinitas tahunan yang terjadi di wilayah Kabupaten Trenggalek. Setiap musim kemarau tiba, dapat dipastikan beberapa Desa di Kabupaten Trenggalek mengalami kekeringan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Trenggalek  melalui Kepala Bidang (Kabid) Logistik Rehabilitasi dan Rekonstruksi (LRR) BPBD Kabupaten Trenggalek, A Budi Harta  mengatakan selama musim kemarau panjang ini permintaan pengiriman air bersih selalu terjadi.

 “Dipastikan Saat musim  kemarau panjang beberapa Desa di Kabupaten Trenggalek akan mengajukan permintaan pengiriman air bersih. hal ini akan berlanjut sampai puncak musim kekeringan berakhir, ” ucapnya 4/10/2019.

Dikatakan Budi, sejak tahun 2013 lalu, baru tahun 2019 ini Kabupaten Trenggalek mengalami kekeringan panjang di seluruh Kecamatan. Terkait kebutuhan air bersih, BPBD Kabupaten Trenggalek akan semaksimal mungkin untuk mengusahakannya.

Namun pihaknya menghimbau kepada warga yang terdampak kekeringan, agar bantuan air bersih yang diberikan ini digunakan sebaik mungkin. Karena apapun yang terjadi pemenuhan air bersih tidak akan bisa maksimal seperti saat musim hujan.

“Bantuan air bersih ini bisa digunakan untuk memasak, mandi ataupun yang lainnya bukan untuk campuran batako. Prediksi BMKG kemarau di prediksi akan berakhir pada bulan Oktober, ” imbuhnya.

Lebih lanjut, selama musim kekeringan, BPBD Kabupaten Trenggalek dan berbagai pihak lain sudah mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah terdampak kekeringan.

Sedangkan untuk proses pendistribusian air bersih ini, BPBD Kabupaten Trenggalek menggunakan air bersih sesuai standar dari PDAM.

“Kita sudah bekerjasama dengan pihak PDAM terkait air bersih yang akan didistribusikan. Dan kita juga tidak serta merta langsung melakukan pengiriman air bersih sebelum ada surat pengantar dari Desa dan diketahui Camat. Itupun kita juga harus melakukan pengecekan dilapangan, ” tegas Budi.

Setiap harinya di perlukan 15000 liter air untuk di bagikan ke 46 Desa 14 Kecamatan di wilayah Kabupaten Trenggalek Mulai saat ini, pihak BPBD Kabupaten Trenggalek mengambil air bersih dari PDAM yang ada di Kecamatan Durenan.

Budi Harto menyampaikan  saat di konfirmasi Panjinasional

tanaman pinus yang ada di hutan itu banyak menyedot air akirnya sumber air yang ada di hutan pasti habis, misalnya ada aturan dalam radius 100 meter atau jarak 200 meter masyarakat kalo bisa janggan menanam pohon pinus karna dampak dari pohon pinus itu nanti akan menyebabkan kekurangan air. @ndik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here