Kepala BKPSDM Abdul Majid membenarkan undangan klarifikasi KASN tersebut katanya tidak masalah.

www.panjinasional.net  Sumenep – Hiruk Pikuk Genderang Mutasi atau Rotasi Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) pada 25 April 2019 lalu di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura yang diduga tanpa melalui Uji Kompetensi terus meruncing dan menggelinding bagaikan bola panas.

Kini dugaan mutasi atau Rotasi PPT pada 25 April 2019 lalu diduga tidak mengacu pada regulasi tersebut nampaknya mulai meruncing ke hasil uji Kompetensi, sebab data hasil uji kompetensi PPT tersebut ditunjukkan ke KASN mulai dinilai diduga palsu.

Dugaan tersebut muncul setelah Sekertaris daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep “Edy Rasiyadi” beserta Kepala Badan Pengembangan dan Pelatihan Sumber Daya manusia “Abdul Majid” menghadiri undangan klarifikasi KASN terkait dengan dugaan penyimpangan mutasi/rotasi di Lingkungan Pemkab Sumenep 25 April 2019 lalu pada hari Rabu 7 Agustus 2019.

Dari data hasil uji kompetensi yang dibawa  para Pejabat tinggi Pemkab Sumenep adalah hasil kompetensi 20 Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) beserta 4 (empat) Admistrator yang dilantik oleh Bupati Sumenep Dr. A. Buyro Karim M. Si tertanggal 25 april 2019 lalu.

Baca juga: https://panjinasional.net/2019/09/26/hiruk-pikuk-genderang-mutasi-dan-rotasi-meruncing-di-pemkab-sumenep/

Dan data hasil uji kompetensi tersebut dibuat oleh Panitia seleksi yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sumenep tertanggal 2 Agustus 2018 (data.red)

Kepala BKPSDM Abdul Majid membenarkan undangan klarifikasi KASN tersebut, dia mengatakan satu mobil berisi data mutasi lengkap yang dibawa kemudian ditunjukkan dan menurutnya sudah tidak ada masalah.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pihak KASN, melalui Komesioner Kukuh membenarkan atas undangan klarifikasi, dia mengatakan bahwa pihak Pemkab Sumenep melakukan mutasi sudah berdasarkan data hasil uji kompetensi yang dibuat oleh panitia seleksi (Pansel ) yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sumenep.

Menurut kukuh, KASN memberi rekomendasi atas akan dilakukan Rotasi yang mana setelah Rekom keluar. ” maka instansi harus melakukan uji kompetensi, bila itu dilanggar maka akan ada rekomendasi lagi dari KASN,” kata Kukuh.

Namun siapa sangka fakta lain justru ditemukan tim media dilapangan yang menunjukkan jika sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) yang dimutasi malah mengaku tidak pernah mengikuti uji kompetesi. 

Saat diwawancarai media di kantornya masing masing, mereka kompak mengatakan tidak tau kapan uji kompentesi dilakukan. “Saya lansung dilantik kesini, terakhir pernah dulu pada tahun 2017,” ucap salah satu Kepala Dinas.

Hingga berita ini dimuat, Sekertaris daerah (Sekda) Sumenep. Ir. Edy Rasiyadi, M. Si,  belum bisa dikonfirmasi begitu juga dengan Bupati Sumenep, saat didatangi ke Kantornya Selasa 1 Oktober 2019 beliau tidak ada ditempat, menurut Staf sedang mengikuti rapat.

Tidak sampai disitu tim media juga mendatangi mantan Kepala BKPSDM yang saat ini menjabat Kepala Inspektorat Sumenep, R. Titik Suryati.

Namun saat didatangi ke Kantornya pada hari Selasa 1 Oktober 2019 untuk konfirmasi seputar mutasi, sayangnya beliaunya (R. Titik Suryati.red) belum bisa menemui tim media untuk dikonfirmasi. Tim media hanya ditemui Sekretaris Inspektorat Sumenep yakni Ibu Risa Mardiana. Menurutnya, Ibu Yatik masih belum bisa menemui karena mau Rapat.

Namun Sekretaris Inspektorat juga tidak mau memberikan penjelasan dan dia hanya mencatat sejumlah pertanyaan yang disampaikan tim media ini untuk disampaikan kepada Inspektur. Namun hingga sekarang belum ada kabar dari Sekertaris Inspektorat.

Tidak cukup sampai disitu kebuntuan informasi juga belum didapat dari Kantor regional II (dua) BKN Provinsi jawa timur di Surabaya, saat Tim media berupaya ke kantor Kakanreg Rabu 2 Oktober 2019, dihubungi melalui telpon untuk memuat janji dimana telpon tim media yang diterima oleh staf mengatakan Kepala Kakanreg sedang berada di Jakarta kemungkinan sampai dengan tanggal 14 Oktober mendatang , ” ucap staf kantor regional II BKN Provinsi jawa timur melalui sambungan telpon.

Dikutip dari media beritaoposisi.co.id, Sumber BKPSDM Bidang Pengembangan mengungkapkan bahwa Akhir bulan Juli 2018 sampai dengan 4 Bulan kedepan, sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi sedang mengikuti Diklat Pim 2 di Surabaya yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.@qib/tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here