Panjinasional.net Sumenep – Kepala desa (Kades) Tonduk Kecamatan Ra’as Kabupaten Sumenep, resmi melaporkan Hj. Ummo Hafida ke pihak SPKT Polres Sumenep, Madura, Jawa timur.

Dilaporkannya, Hj. Ummo Hafida warga Desa Jungkat Kecamatan Ra’as ini,  karena diduga telah melakukan pencemaran nama baik dengan menuduh Kades Tonduk Hj. Sri Hajati sebagai penipu kelas kakap melalui akun media sosial massanges (Inbok) facebook.

Geram dengan tuduhan tersebut Kades Tonduk Hj. Sri Hajati yang didampingi pengacaranya mendatangi SPKT Polres Sumenep dan melaporkan Hj. Ummo Hafida tersebut pada hari Senin tanggal 22 Juli 2019 sekira pukul 14.00 wib.

Kini kasus dugaan pencemaran nama baik tersebut sudah memasuki tahap konfrontasi, dimana pihak Polres Sumenep dalam hal ini penyidik telah melakukan pemanggilan terhadap pelapor dan juga terlapor guna untuk dilakukan konfrontasi, Kamis 26 September 2019.

Ditemui di kantor Mapolres Sumenep Kades Tonduk Hj. Sri Hajati melalui suaminya H. Beny, mengatakan bahwa kedatangannya ke Kantor Mapolres Sumenep dalam rangka untuk memenuhi panggilan penyidik.

“Konfrontasi kasus ITE kemarin itu mas. Kasus yang terjadi pada bulan 7 (September) 2019 kemarin.” kata H. Beny, kapada awak media Panjinasional.net saat menemani Istrinya yakni Kades Tonduk (Pelapor.red) Kamis (26/9)

Dikatakannya, perkembanganya kita tetap akan mengawal kepada penyidik biar kita tau bagaiamana proses kedepan, karena bagaimana kita akan mengawal sampai di Pengadilan.

“Pencemaran nama baiknya dalam bentuk salah satunya menyampaikan lewat facebook historinya, menyampaikan dengan penipu kelas kakap lah, atau makan uang haram lah segala macamnya lah seperti itu mas,” sebut H. Beny.

Saat ditanya apakah terlapor juga hadir dalam pemanggilan konfrontasi ini…? Menurutnya, insyaAllah hadir kemungkinan.

“Karena saat ini masih ada sedikit Unras katanya, makanya ditunda 1 Jam dan kami akan kembali lagi nunggu informasi dari pihak penyidik,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan jika perkembangan kasus ini sudah sesui dengan prosedur. ” Sudah sesuai dengan prosedur,” ucapnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti SH, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media Panjinasional.net, membenarkan bahwa ada laporan, saat ini pihak Polres Sumenep tengah memanggil pelapor dalam hal ini Kepala Desa Tonduk, Hj. Sri Hajati dan terlapor Hj. Ummo Hafida, untuk dilakukan pemeriksaan secara konfrontasi.

“Iya benar, baik pelapor dan terlapor sudah semuanya hadir memenuhi panggilan penyidik dan sudah selesai di konfrontir,” kata AKP Widiarti SH, kepada pewarta kamis 26/09 di ruang kerjanya.

Lebih lanjut mantan Kapolsek Kota Sumenep itu menyampaikan bahwa, Penyidik Polres Sumenep juga telah meminta keterangan dari empat orang saksi.

“Dan untuk langkah selanjutnya, lanjut Bu Widi biasa dipanggil, penyidik Polres Sumenep akan meminta keterangan dari saksi ahli, baik dari keterangan saksi ahli bahasa dan saksi ahli lainnya,” imbuhnya.@ (dar/qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here