www.panjinasional.net  Sidoarjo – Hobi adalah pekerjaan yang menyenangkan walaupun tanpa dibayar, hal itu yang mungkin bisa menggambarkan sosok Imam Syaroni, seorang guru Al-Qur’an di SMPIT Insan Kamil Sidoarjo yang sukses mengembangkan hidroponik di sekolah dan menyulap lahan-lahan sempit menjadi sebuah mini kebun, bahkan sekarang aktif memberikan penyuluhan serta seminar kepada para pemula yang ingin belajar hidroponik.

Berawal dari hoby bercocok tanam dan melihat fenomena banyaknya lahan pertanian yang kian menyusut, Imam berinisiatif untuk mengajak siswa dan para guru untuk bisa swasembada pangan serta mengajari untuk menanam sayuran dilahan kosong yang ada di sekolah dengan sistem hidroponik. 

“Bercocok tanam itu butuh kesabaran, keuletan, dan ketekunan agar benih yang ditanam bisa tumbuh dengan maksimal,”tegas Imam  pangilan akrabnya. 

Dalam keseharianya, siswa diajak berproses dimulai dari menyemai, setelah itu para siswa diharuskan merawat semainya dengan menyiram setiap hari sampai -+ 14 hari sampai benih siap ditanam, lalu dipindah dalam bak-bak sampai tiba masa panen sekitar 30 hari. “Alhamdulillah, setelah menikmati hasil panen, para siswa sangat antusias untuk menanam lagi, bahkan saya mengamati dari kegiatan ini, siswa yang aktif dalam proses ini mampu terbentuk karakter sabar dan tekun. 

Dari hal-hal kecil ini, kini sudah dibangun LAB Hidroponik ” ungkap Imam. 

Sekolah dan lahan perkebunan sebagai pengembangan dan sarana belajar siswa, bahkan sekarang sudah terbentuk sebuah komunitas pecinta lingkungan sekolah yang diberi nama KOPLING INKA (Komunitas Pecinta Lingkungan Insan Kamil Sidoarjo), dari sini sudah mengeluarkan beberapa produk olahan hasil kebun diantaranya jus sawi hidroponik, fresh and healty vegetable, dan tah daun tin, Bahkan kedepanya lahan kosong sekolah, diwacanakan akan dibangun kebun hidroponik skala industri.

“Sebagai seorang guru, tentunya tidak berhenti disitu, saya harus mengupgrade keilmuan secara terus-menerus, salah satunya adalah bergabung dengan para penggiat hidroponik skala nasional, dari sinilah saya mulai lebih dikenal banyak orang dan diminta untuk mengisi penyuluhan dibeberapa tempat diantaranya komunitas ibu-ibu PKK, sekolah, maupun di Universitas, bahkan kegiatan ini sering menghiasi media cetak” jelas Imam. 

Dari sini pula Imam berhasil mendapat penghargaan dari sekolah menjadi salah satu guru teladan bidang penghijaun.

Selanjutnya, kata Imam “untuk memudahkan bagi para pemula yang ingin belajar hidroponik, maka saya menulis modul sederhana dengan judul “ HIDROPONIK ITU MUDAH “.

Dalam modul ini berisi keterangan sederhana yang menjelaskan bahwa hidroponik itu mudah, tidak mahal dan bisa dilakukan oleh siapa saja”. @.Afd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here