Dr. Retno dari Kemendikbud RI Dirjen PGT saat memberikan pemaparan tentang Revolusi Industri 4.0

www.panjinasional.net Surabaya – Ratusan pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik mengikuti diskusi publik di Graha Bhayangkara Universitas Bhayangkara Surabaya. Sabtu (14/9/2019)

Diskusi yang di adakan oleh media Panjinasional dengan tema tentang “Tantangan dan Peluang Remaja di Era Revolusi Industri 4.0” bekerja sama dengan Universitas Bhayangkara Surabaya. 

Gatot Irawan, pimpinan redaksi Panjinasional dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan remaja dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang semakin berat. 

“Remaja dan pelajar saat ini harus segera melakukan persiapan yang matang untuk menghadapi persaingan industri modern. Jika kita tidak melakukan persiapan secara dini maka tidak mungkin kita akan tersingkir oleh persaingan dalam mengisi peluang kerja yang ada” ujar Gatot, pria yang tidak lepas dengan topi nya ini. 

Rektor Ubhara yang diwakili oleh Wakil rektor 3 Ismail S.Sos M.si  mengatakan

Kegiatan ini sangat di butuhkan untuk menghadapi tantangan industri 4.0. 

Saat ini melalui media sosial,  banyak yang bisa dimanfaatkan untuk sarana belajar. belajar baik. 

” Kami sangat menyambut baik dengan adanya kegiatan seperti ini, dengan perkembangan teknologi informasi yang ada, para remaja harus bisa mengikuti informasi teknologi yang ada agar kelak bisa bersaing dalam mencari kerja” ujarnya. 

Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh. Ir. Diyah wahyu Ernawati menyampaikan permintaan gubernur Jatim Karena tidak bisa menghadiri acara ini.

” Saya menyampaikan permintaan maaf Ibu gubernur karena ada kegiatan yang tidak bisa di wakilkan. 

Ibu Khofifah menitipkan salam kepada anak anak generasi millenial yang hadir disini.  Pesan dari ibu Khofifah adalah Adik – adik harus meningkatkan skillnya di bidang teknologi. Karena ke depan semuanya akan beriringan dengan otomatisasi. Semuanya serba otomatis dengan tekhnologi yang canggih. Kita akan bersaing dengan tekhnologi” katanya.

Masih kata Diyah program Jatim kerja merupakan upaya pembukaan lapangan kerja yang seluas-luasnya di Jatim. Dengan menyiapkan tenaga kerja yang siap untuk serap di bidang industri dan teknologi nya. 

“Saat ini Ada pergeseran dimana pencari kerja tidak harus bekerja di perusahaan, tapi bisa kerja di rumah dan dimana saja.” Ungkap nya. 

Diskusi publik ini menghadirkan beberapa narasumber sebagai pembicara diantaranya :  Isa anshori dari Dewan Pendidikan Jawa Timur, Dr Retno Kintecky dari Kementrian pendidikan dan kebudayaan RI,  Ismail S. sos M.Si wakil rektor3 Ubhara, Akmad Soim selaku Korwil KSBSi Jatim, Syamsunar, Direktur PT.Terryham Proplas Indonesia, dan Sunaryo  dari Disnakertrans Indonesia)

Hingga berita ini ditulis diskusi publik masih berlangsung dengan. Berbagai persentasi dan tanya jawab dari para peserta. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here