Gresik – Rapat paripurna DPRD Gresik akhirnya menetapkan pimpinan definitif DPRD Gresik periode 2019 – 2024. Fandi Ahmad Yani  dari partai PKB, menjabat  sebagai Ketua. Sedang wakilnya diduduki 3 orang yaitu, Asluchul Alif Maslichan (Gerindra), Ahmad Nurhamim (Golkar), dan Mujid Ridwan (PDI P). Rabu (11/9/19) 

Penetapan pimpinan definitif  tersebut dipimpin ketua DPRD sementara Abdul Qodir  didampingi Wakil Ketua sementara, Asluchul Alif.

Ketua sementara DPRD Gresik HM. Abdul Qodir mengatakan, Empat pimpinan  yang  ditetapkan adalah Fandi Ahmad Yani  dari partai PKB, menjabat  sebagai Ketua. Sedang wakilnya diduduki 3 orang yaitu, Asluchul Alif Maslichan (Gerindra), Ahmad Nurhamim (Golkar), dan Mujid Ridwan (PDI P).

“ Paripurna tadi menetapkan pimpinan definitif  yang sudah dikirim oleh  partai masing-masing,” ujarnya diruang kerjanya.

Abdul Qodir menjelaskan, bahwa prosedur pelantikan pimpinan DPRD definitif memang didahului penetapan dalam paripurna. Setelah ditetapkan, kemudian diajukan surat permohonan pelantikan ke Gubernur Jatim melalui Bupati. Setelah disahkan Gubernur, langkah selanjutnya dewan mengadakan paripurna istimewa untuk mengesahkannya.
 

“Berkas Penetapan ini kita kirim ke Bupati kemudian dikirim ke gubernur untuk mendapatkan surat pengesahan, setelah kita dapatkan pengesahan dari gubernur baru kita adakan rapat paripurna istimewa pengambilan sumpah ,” tambahnya.
 

Diketahui, setelah penetapan pimpinan, ada tugas lain yang menanti DPRD Gresik. Yakni pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Terkait hal itu, Sekretaris DPC PPP Gresik, Khoirul Huda menyatakan, para petinggi partai telah melakukan komunikasi politik untuk pembagian pimpinan AKD secara proporsional berdasarkan perolehan kursi masing-masing Parpol.

Sesuai rencana awal, jatah Ketua Komisi I (membidangi hukum dan pemerintahan) diberikan kepada F-PDIP (dengan 6 kursi). Ketua Komisi II (keuangan dan pendapatan) diberikan F-Gerindra dengan 8 kursi. Komisi III (pembangunan) diberikan F-Golkar dengan 8 kursi. Dan, Ketua Komisi IV (Kesra, pendidikan, dan kesehatan) diberikan ke FKB dengan 13 kursi.


Sementara Badan Pembuat Berda (Bapemperda), lanjut Huda diberikan Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) gabungan dari PPP dan PAN dengan 6 kursi. Serta Badan Kehormatan (BK) diberikan F-Nasdem dengan 5 kursi. Sedangkan F-Partai Demokrat dengan 4 kursi akan mendapatkan jabatan wakil ketua. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here