www.panjinasional.net Sumenep – Selama kurun waktu sembilan bulan, Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah berhasil mengungkap dua kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di dua wilayah hukum yang berbeda.

Pada tgl 14 Februari 2019 yang lalu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu di Jln. Trunojoyo tepatnya di gang perhutani, desa kolor, kecamatan kota, kabupaten sumenep.

Dalam pengungkapan kasus Narkotika jenis sabu tersebut, Sie petugas BNNK Sumenep berhasil mengamankan tersangka berinisial (MI) Alamat Jln Kh. Agus salim, No. 7A, Rt. 013/Rw. 004 Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep.

Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan dari tangan tersangka :
1. Empat pocket sabu-sabu dengan total berat 2,82 gram.
2. Satu buah hp merk Nokia type 105 warna hitam.
3. Tiga lembar uang pecahan 100.000.
4. Sepuluh lembar uang pecahan 50.000.
5. Satu lembar uang pecahan 20.000.
6. Tiga lembar uang pecahan 10.000.
7. Satu buah timbangan electric Merk IDEALIFE warna silver.
8. Satu Sendok plastic kecil.
9. Satu Rool Aluminium Foil.
Menurut Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno SE. MM, mengatakan bahwa, pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika jenis sabu tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa tersangka MI (Inisial) sering melakukan transaksi narkoba di Jln. Trunojoyo tepatnya di gang perhutani Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep.

“Selanjutnya SIE pemberantasan BNNK Sumenep melakukan penyelidikan dan hasilnya Sie pemberantasan BNNK Sumenep berhasil menangkap tersangka MI (inisial) berikut barang buktinya,” kata Bambang Sutrisno di depan sejumlah Wartawan saat menggelar Pers realese Selasa (10/09) di Kantor BNNK Sumenep.

Lebih lanjut Kepala BNNK Sumenep menjelasaka bahwa, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, barang haram tersebut berasal dari salah satu bandar di kabupaten sampang melalui seorang kurir dan saat ini yang bersangkutan telah di vonis 4 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri (PN) Sumenep.

“Dan Sie pemberantasan BNNK Sumenep tetap berkoordinasi dengan penidakan dan pengejaran, Sie pemberantasan BNN Provinsi  Jawa Timur untuk dikembangkan lagi agar bisa memutus jaringan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, kata Bambang, pada hari rabu tgl 04 September 2019 sekira pukul 21.30 wib, BNNK Sumenep juga berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis pil ekstasi di wilayah hukum Kabupaten Pamekasan.

“Dalam pengungkapan kasus tersebut dua orang tersangka berinisial RD dan AM berhasil dibekuk oleh Sie pemberantasan BNNK Sumenep.” sambung dia.

“Dari tangan ke dua tersangka RD dan AM (Inisial) Sie pemberantasan BNNK Sumenep berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) 43,1/2 butir pil ekstasi merk spongbop warna hijau dan uang sebesar Rp. 2.315.000,” tukasnya.@ (dar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here