www.panjinasional.net Surabaya – Habis-habisan berebut suara rakyat untuk bisa duduk di kursi legislatif hingga kemenangan partainya. Selanjutnya perjuangan para pemenang suara rakyat kini berebut posisi.

Walaupun belum jelas, hingga saat ini siapa nama yang bakal menduduki posisi Ketua DPRD (Definitif), namun di lingkup DPRD Surabaya terus santer soal komposisi penyusunan alat kelengkapan dewan (AKD).

Berita pemanasan, dengan bergulirnya kabar jika posisi Ketua Komisi A DPRD Surabaya yang membidangi hukum dan pemerintahan menjadi posisi mahkota untuk jadi rebutan dua fraksi antara Fraksi Golongan Karya (Golkar) dan Fraksi gabungan Demokrat-Nasdem.

Sedangkan Kubu Fraksi Golkar mengusung nama Pertiwi Ayu Krishna yang sebelumnya menduduki posisi ketua Fraksi juga anggota Komisi A, sedangkan Fraksi gabungan Demokrat-Nasdem dikabarkan mengusung nama Herlina Harsono Njoto (incumbent).

Arif Fathoni kepada media ini mengatakan “Sejak awal partai Golkar memang berkeinginan bisa menempatkan kadernya di posisi ketua Komisi A, ini sesuai manisfestasi perjuangan partai Golkar, agar semakin gampang menjalankan fungsi-fungsi di pemerintahan,” ucapnya.

Arif Fathoni, yang akrabnya dipanggil Thony menuturkan jika sejauh ini sudah melakukan komunikasi politik dengan fraksi-fraksi lain, dan berharap agar keinginan partainya bisa diterima oleh fraksi lain.

“Alhamdulillah kami mendapatkan dukungan itu, kalau ada yang berminat, kami berharap bisa legowo memberikan kehormatan itu kepada kami sebagai salah satu partai pemenang,” tuturnya.

Secara terpisah, Herlina Harsono Njoto yang saat ini menjadi Ketua Fraksi gabungan Demokrat-Nasdem justru balik bertanya soal isu yang menurutnya terkesan menuduh jika pihaknya menginginkan posisi Ketua Komisi A. “Justru saya heran, kenapa ada isu seperti itu, sehingga banyak teman-teman wartawan yang tanya ke aku soal itu. Siapa dulu yang menggulirkan? Karena selama ini saya dan teman-teman fraksi tidak pernah menyampaikan hal itu,” jawabnya saat dikonfirmasi media ini.

Herlina pun mengaku hanya menginginkan agar alat kelengkapan dewan bisa terbentuk sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa segera dilakukan, karena erat kaitannya dengan agenda pembahasan APBD 2020. “Bagi saya, yang terpenting AKD segera terbentuk secara proporsional, itu yang lebih bagus. Karena jika belum, maka layanan kepada masyarakat juga belum bisa berjalan optimal,” terangnya.

Dikutip dari suara publik, Hasil pengamatan media ini, pada saat Komisi A DPRD Surabaya periode 2014-2019 dibawah kepemimpinan Herlina Harsono Njoto, memang cukup kondusif dan bisa dinilai berhasil mengemban tugas-tugas kemasyarakatan..@qc/gtt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here