www.panjinasional.net Surabaya – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Perak Rachmad Supriady menyatakan segera merampungkan, perkara korupsi, dana Jasmas yang menjerat 6 Anggota DPRD Surabaya, periode 2014-2019.

“Ya sudah 90 persen, Tinggal nunggu Keterangan Ahli BPK untuk review Menghitung kerugian negara PADA KASUS Jasmas,” terang Kajari Rachmad Supriady dikutip Kantor media www.panjinasional.net usai Menahan tersangka Ratih Retnowati Dan Dini Rinjati, Rabu (4/9) lalu.

Saat diminta memuat berkas perkara ke enam anggota DPRD yang dibuat ini, Rachmad bilang sudah menerima berkas perkara. “Memang perkara sama saja, korupsinya sama, tapi kami pisah berkasnya. Dan yang pasti untuk P21 dulu adalah perkara dua tersangka sebelumnya, Sugito dan Darmawan atau Aden,” ujar Rachmad.

Perlu diketahui, enam anggota DPRD Surabaya yaitu Sugito Politisi dari Hanura, Darmawan Politisi dari Gerindra, Binti Rochma Politisi dari Golkar, Syaiful Aidy Politisi, Partai Amanat Nasional (PAN), Ratih Retnowati dari Partai Demokrat dan Dini Rinjati dari Partai Demokrat. Ditahan di Kelas I Surabaya Kejati Jatim.

Dari 6 tersangka, tiga tersangka berhasil mangkir 3 kali dari pemeriksaan. Syaiful Aidy dirumahnya pada, Selasa (3/9). Sedangkan tersangka Ratih Retnowati dan Dini Rinjati batal dijemput paksa lantaran sudah menyerahkan diri pada Rabu (4/9) lalu.

Ratih Retnowati adalah anggota DPRD Surabaya dua periode, yaitu periode 2014-2019. Ia baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Surabaya periode 2019-2024 pada Sabtu (28/8) lalu.

Sementara Sugito, Darmawan, Binti Rochma, Syaiful Aidy dan Dini Rinjati adalah anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019.

Sedangkan Agus Setiawan Tjong selaku pelaksana dan kordinator proyek jasmas yang telah divonis 6 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Surabaya.

Adanya penyimpangan dana Jasmas yang dikucurkan dari dana APBD Pemkot Surabaya Tahun 2016 ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi Chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system.

Penyidik menetapkan Ratih dan Dini sebagai tersangka bersama empat koleganya sesama mantan anggota karena bersekongkol dengan pengusaha Agus Setiawan Jong untuk me-mark up dana hibah hingga merugikan keuangan negara Rp 4,9 miliar. Mereka diyakini berperan aktif dalam pengajuan dana hibah jasmas 2016 Rp 12,5 miliar tersebut.

Mereka tidak sekadar mengetahui dugaan korupsi itu, tetapi juga merekomendasikan agar ketua RT/RW mengajukan proposal melalui Agus Jong. Dari praktik tersebut, para anggota dewan itu diduga menerima fee 15 persen dari terpidana Agus Jong. Fee tersebut diberikan untuk setiap proposal yang disetujui dan dicairkan Pemkot Surabaya.,@tim.him.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here