Terdakwa Novianto Crhistian..

www.panjinasional.net  Surabaya – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Maxi Sigarlagi SH, MH kembali menggelar sidang dugaan perkara penganiayaan yang melibatkan Christian Novianto sebagai terdakwa diruang sari dua.

Persidangan digelar dengan agenda jaksa membacakan jawaban atas nota pembelaan (pledoi) oleh tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa yang diketuai Wellem Mintarja, Rabu (4/9/2019).

Sebagaimana tuntutan Jaksa (JPU) Pada intinya jaksa penuntut umum tetap pada tuntutannya yakni 2 bulan penjara, yang menyebutkan jika terdakwa Novianto Crhistian terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam pasal 351 KUHP.

“Berkaitan adanya perbedaan dokter visum yang ada di surat dakwaan dengan dokter yang dihadirkan dalam fakta persidangan. Dan jaksa mengatakan bahwa itu salah ketik,” ucap Wellem saat membacakan pledoi di ruang Sari 2.

Pada pembelaan sebelumnya , Wellem mengatakan bahwa Jaksa tidak bisa dibenarkan dengan serta merta pada saat persidangan pembuktian untuk merubah. “Dalam pasal 144 KUHAP, sudah diatur jaksa tidak bisa merubah dengan serta merta. Ada tata caranya, ini berarti jaksa tidak cermat, dakwaannya kabur,” tegas Wellem.

Lebih lanjut, Wellem mengharapkan atas bukti-bukti, fakta hukum dan fakta persidangan yang ada selama persidangan berlangsung, bisa dijadikan pertimbangan hakim untuk memutus bebas kliennya.

“Setelah kami beberkan semua bukti, fakta hukum dan fakta persidangan yang berlangsung, kami berharap Majelis Hakim yang mengadili perkara ini bisa memutus seadil-adilnya dengan memutus bebas klien kami,” pungkas Wellem.

Perlu  diketahui, bahwa perkara ini berawal dari perseteruan yang terjadi antara terdakwa dan beberapa warga perumahan. Warga memprotes kebijakan terdakwa yang melarang masuk truk pengangkut scafholding yang dipesan warga.

Terdakwa dituding telah melakukan penganiayaan dengan cara menendang kaki salah satu warga alias Ketua RT Oscarius Wijaya. Maka akhirnya ia dilaporkan oleh warga.

Menurut hasil visum, terdapat luka robek sepanjang 2 cm akibat ulah terdakwa.  Sidang dilanjutkan dua pekan depan dengan agenda putusan  vonis (red’)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here