Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gelar Penandatanganan MoU Layanan Perpustakaan Sekolah Dengan Lembaga, Yayasan, dan Komonitas Penggiat Literasi.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lakukan Penandatanganan MoU Tentang Layanan Perpustakaan Sekolah Dengan  Lembaga, Yayasan, dan Komonitas Penggiat Literasi.

www.panjinasional.net Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa timur., melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan daerah Kabupaten Sumenep mengadakan kerjasama Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding Layanan Perpustakaan Sekolah dengan Lembaga Pendidikan, Yayasan dan juga Komonitas Penggiat Literasi yang ada di Kabupaten Sumenep.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan daerah Kabupaten Sumenep, H. Mohammad Masuni. SE, MM

Kegiatan kerjasama Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding tersebut dalam rangka untuk meminatkan kembali gemar membaca, di samping itu mengambil suatu manajemen pelatihan bagaimana cara melapor pengelolaan Perpustakaan yang profesional, sesuai dengan regulasi UU no 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan daerah Kabupaten Sumenep, ” H. Mohammad Masuni. SE, MM., saat ditemui awak media Panjinasional.net, Senin (26/8).

Dikatakan dalam kegiatan tersebut sebanyak 86 lembaga Pendidikan yang ada di Kabupaten Sumenep yang telah resmi melakukan kerjasama Nota kesapahaman atau Memorandum of Understanding dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep, yang mana 86 Lembaga Pendidikan terdiri dari Lembaga Pendidikan, TK, PAUD, SD, MI, SMP, MTS, SMA, MA, dan SMK.

“Tujuan dari kerjasama tersebut adalah Dinas akan mendistribusikan buku kepada lembaga itu maksimal 50 buku untuk dibaca oleh siswanya dimana peminjaman buku tersebut dalam jangka satu bulan. Setelah itu buku itu dikembalikan lagi dan diganti dengan buku yang baru,” katanya.

Lebih lanjut beliau memparkan, jadi perlu ada sosialisasi kepada para lembaga Pendidikan. Sehingga Perpustakaan itu dikelola dengan baik dan bermanfaat pada Siswanya nanti. Dan kedepan kami mempunyai target 1000 lembaga, dan juga ada 330 desa yang nanti akan di ikat dengan surat kerjasama.

“Dan yang sekarang ini masih langkah awal. Tahun depan ada 200 lembaga nanti. Jadi kalau nanti 1000 lembaga nanti sampai 5 tahun kedepan sudah tuntas lembaga itu,” ujarnya.

Masih kata Masuni, disamping itu juga kami juga akan membeli 1000 VIAR, 1000 VIAR ini untuk desa yang dusunnya masuk pada pedalaman, 1000 VIAR ini dalam rangka untuk di desaien Puskel (Perpustakaan Keliling). Sehingga dengan adanya Puskel itu dapat dibaca oleh masyarakat di kampung-kampung, terutama perkampungan yang kecil dan juga kampung nelayan.

“Jadi kami datang kami tidak menunggu masyarakat, melainkan kami yang datang kepada masyarakat dan nantinya masyarakat akan dijadikan anggota perpustakaan nanti. Sehingga nanti referansi-referansi tentang masalah buku ini nanti akan ditingkatkan juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Disingggung apakah program ini salah satu langkah untuk menuju revolusi mental di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan..? Menurutnya, memang ini arahnya kepada revolusi mental jadi bagaimana menset atau pola pikir masyarakat ini menjadi bagus tidak terbelakang. Karena negara kita kan berdasarkan exco berada dalam urutan 62 terakhir gemar membacanya itu, jadi sangat minim. Untuk itu kami akan membumengkan,  kami akan turun dengan sukarela dengan ikhlas, kami akan menemui masyarakat.

“Jadi kami tidak akan menunggu masyarakat, baik itu masyarakat yang ada di kepulauan juga baik masyarakat yang ada dikepulauan terpencil kami akan datangi juga,” tuturnya.

Kedepan Dinas Perpustakaan tidak hanya terfokus pada lembaga Pendidikan melainkan juga kepada 330 desa, dimana desa-desa tersebut nanti juga akan kita buat MoU dengan Perpustakaan.

“Jadi kami juga akan memberikan suatu masukan kepada desa untuk membangun gedung Perpustakaan, karena dalam Juknis DD itu boleh dan diperbolehkan dan hukumnya wajib desa membangun gedung Perpus dan juga membeli buku boleh dan disamping itu juga kami akan meminjamkan buku pada desa juga, disamping desa membeli buku kami juga akan memberikan pinjaman buku pada desa,” tukasnya.

Yang mana menurutnya Perpustaakan desa itu nanti juga harus dikelola dengan tenaga-tenaga profesional dan kami juga akan membina, bagiamana perpustakaan ini benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

“Ini sebenarnya tergantung pada Pak Kadesnya kalau Pak Kadesnya punya menset yang bagus tidak ada masalah kok. Karena berdasarkan UU no 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan. Jadi dearah atau desa terpencil bahkan terbelakang itu wajib hukumnya mendapatkan layanan Perpustakaan itu kunci Pemerintah memang,” sambung dia.

“Makanya kami akan membeli 1000 VIAR sebagaimana agar masayarakat pedalaman itu bisa membaca buku dan melek buku guna mejalankan revolusi mental itu.” tuturnya.

Dikatannya lagi, jadi Perpus ini tidak hanya untuk membaca tapi juga wahana belajar aplikatif. Contoh bedah buku masalah pertanian, bedah buku masalah keterampilan, jadi nanti aplikasinya bagaiamana..? Kami akan mengundang yang pintar yang ahlinya nanti. Misalnya, cara ternak kepiting cara ternak ikan lele nanti kita undang kesini.

“Jadi Perpus ini tidak hanya sebatas membaca buku tapi juga sebagai wahana praktek, Edukasi dalam rangka untuk meningkatan kesadaran masyarakat,” harapannya.

Sehingga menurut dia, dengan adanya kegiatan seperti ini nanti masyarakat Sumenep menjadi ikon nanti, dimana 330 desa itu mempunyai Perpustakaan, dan ini masih pertama kali dan ini masih panjang.

“Respon dari Bupati terkait dengan program ini positif sekali dan sangat mendukung, agar diteruskan dan agar terus berinovasi bagaimana masyarakat dengan Perpustakaan itu bergandengan.” katanya. 

Ia juga berharap agar desa nanti jangan sampai menolak terkait dengan program ini, karena bagaimanapun ini adalah Program Pemerintah,

“Apakah Pak Kades tidak mau masyarakatnya pinter…? Apakah Pak Kades senang kalau masyarakatnya bodoh..? Jadi kalau ada masukan dari Pemerintah Pak Kades harus respon dong, apalagi ini Program Pemerintah.” tukasnya.@ (qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here