www.panjinasional.net Jakarta – Komisi Nasional Perlindungan Anak mengecam keras perlakuan pihak Puskesmas Cikokol yang tidak memberikan ambulans kepada seorang pria untuk mengantar jenazah ponakannya Husein ke rumah duka lantaran terbentur Standar Operasional Prosedur (SOP). Demikian disampaikan Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, Senin (26/8/2019).

“Apapun alasannya, penolakan pemberian jasa ambulans kepada keluarga Husein yang dibenturkan dengan SOP Dinas Kesehatan adalah tindakan tidak manusiawi dan tidak berperikemanusiaan. Negeri ini adalah negeri beradap yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian,” tegas Arist.

Arist Merdeka Sirait menyebut, kejadian tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak anak dan kejahatan kemanusiaan yang tidak dapat ditoleransi.

“Atas nama kemanusiaan dan bersesuaian dengan hak anak atas kesehatan yang diatur dalam Konvensi PBB tentang Hak Anak tahun 1989 junto Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak maupun UU RI tentang Sistem Kesehatan, bahwa penolakan yang dilakukan Petugas Puskesmas dan didukung dengan SOP Dinas Kesehatan untuk memberikan fasilitas ambulans adalah pelanggaran terhadap hak anak dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” paparnya.

Atas dasar itu, Komnas Perlindungan Anak mendesak Wali Kota Tangerang memberhentikan seluruh petugas yang sengaja menolak memberikan fasilitas ambulans kepada keluarga korban Muhammad Husein.

Pihaknya juga meminta dilakukan pembenahan tata kelola seluruh puskesmas yang berada di wilayah hukum Kota Tangerang.

Kisah pilu melengkapi kesedihan keluarga Husein bocah berusia 8 tahun yang tewas tenggelam di Sungai Cisadane, Jumat (23/8/2019) lalu. Jenazah anak malang itu terpaksa digotong sendiri oleh pamannya dari Puskesmas Cikokol karena tidak mendapat fasilitas ambulans.

Peristiwa ini bermula saat Husein dan temannya Pitra dilaporkan tenggelam di Sungai Cisadane. Husein ditemukan pada sore hari, kejadian sementara Fitra baru ditemukan malam harinya dalam kondisi meninggal dunia.

Husein pada malam itu langsung dilarikan ke puskesmas terdekat lantaran saat ditemukan dia sempat bernafas. namun nyawanya tak terselamatkan karena terlalu banyak menelan air sungai.

Paman Husein berusaha mengikhlaskan kepergian keponakannya. Paman korban kemudian meminta Puskesmas untuk memberikan pinjaman jasa ambulans untuk mengantarkan jenazah, namun permohonannya ditolak. 

Kenyataan buruk ini, membuat Husein malang langsung digotong oleh pamannya sendiri dari Puskesmas Cikokol Tangerang Banten menuju rumahnya untuk dikebumikan.,@tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here