Gatot Irawan Pemerhati Masyarakat dan Pimpinan Media Panjinasional Media Panjinasional

www.panjinasional.net Surabaya – Pemilihan Wali Kota Surabaya (Pilwali Kota Surabaya 2020) menjadi topik menarik di pembicaraan masyarakat Surabaya. Kebanyakan warga penasaran, siapa yang bisa menggantikan Sosok Fenomenal Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

M. Sholeh Calon Walikota Surabaya Jalur Independen
Didik Junaidi Siapkan diri menjadi Cawali kota Surabaya jalur independen

Nama Surabaya lebih banyak dikenal di kancah dunia di bawah kepemimpinan Wali Kota Surabaya wanita pertama ini, yakni Tri Rismaharini.

Maka ada sejumlah nama tokoh pun mulai bermunculan walaupun beberapa diantaranya belum siap disebut siapakah sosok Calon dari non partai (independen) yang bakal menggantikan Tri Rismaharini.

Beberapa di antaranya disebut percaya diri maju di Pilwali Kota Surabaya 2020 lewat jalur perseorangan, alias non partai. Misalnya M.Sholeh dan Didik Junaidi yang sudah mempersiapkan dirinya maju.

Namun jalur ini terbilang tidak mudah. Sebagaimana disyaratkan KPU Kota Surabaya jika mendaftar calon wali kota dari jalur perorangan harus mendapatkan dukungan minimal 6,5 persen dari total pemilih di Surabaya.

Sementara Jumlah pemilih Surabaya ada di angka sekitar 2 juta. “Ya di kisaran dukungan antara 135.000 sampai 138.000. Bukti dukungannya adalah fotokopi KTP yang berbeda,” jelas sumber KPU”.

Jumlah tersebut akan diverifikasi oleh KPU. Jumlah itu harus benar-benar bisa dipertanggungjawabkan dengan tidak ditemukan adanya dukungan ganda.

Selain itu, jumlah dukungan KTP tersebut tidak menumpuk di satu wilayah. Artinya harus menyebar dengan tingkat penyebaran mencapai 50 persen atau separuhnya dari total kecamatan di Surabaya.

Kalau jumlah kecamatan di Surabaya sebanyak 31 kecamatan, maka minimal penyebarannya harus merata di 16 kecamatan. 

Hasil verifikasi itu sudah harus tuntas sebelum masa pendaftaran calon. Semua bukti dukungan itu ditunjukkan sebelum masa pendaftaran calon wali kota pada 16-18 Juni 2020 mendatang. 

Perlu diketahui, KPU Kota Surabaya pernah meloloskan calon perseorangan dalam perebutan Pilwali sekitar tiga periode lalu. “Maju sebagai calon wali kota adalah hak semua warga. Selama memenuhi kualifikasi silakan maju,”. @Tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here