Suasana kehadiran saksi visum dr Diyn dalam persidangan kasus penganiyaan di Pengadilan Negeri Surabaya

Surabaya. www.panjinasional.net  –  Sempat tidak menghadiri panggilan persidangan, akhirnya dr. Diyn Bagus Muhammad hadir dalam persidangan kasus dugaan penganiaan kepada terdakwa Security Perumahan Bukit Mas, Crhistian Novianto di Pengadilan Negeri Surabaya.

Kehadiran dokter visum dari RS Bhayangkara yang dijadwalkan menjadi saksi dalam sidang pidana tersebut, untuk memberikan keterangan.

Menurut dr. Diyn Bagus, bahwa luka yang dialami korban Oscarius Yudhi Ari Wijawa merupakan saksi Pelapor adalah luka lecet,” Pada tulang kering kaki kiri, didapatkan luka lecet ukuran empat kali nol koma lima sentimeter” ujarnya kepada hakim.

Hal itu dibuktikan Pada Surat visum No 456/IX/KES.3/2018/Rumkit tertanggal 22 September 2018 atas nama Oscarius Yudhi Ari Wijaya disebutkan luka lecet dikaki kiri akibat benturan benda tumpul.

Menurut dr Bagus,  selaku saksi visum jika sebelumnya ‘saat melakukan visum’ sempat menanyakan korban, sebab terjadinya luka. Pada saat itu pula, korban Oscar mengatakan jika lukanya itu akibat terbentur. “Pada saat itu, ia mengatakan lukanya karena terbentur” kata Bagus.

Diperkuat dalam surat visum yang ditanda-tangani saksi tersebut menyebutkan telah melakukan CT Scan. Namun ada yang bertolak belakang dengan keterangan dr Bagus, ia tidak melakukan CT Scan kepada korban Oscar.

Saat Ketua Majlis Hakim, Maxi Sigarlaxi dalam persidangan menanyakan kolerasi antara obat asam lambung dengan luka lecet yang diberikan dr Bagus kepada korban Oscar. kata dr Bagus, obat asam lambung yang diberikan kepada korban Oscar dengan luka lecet dikaki kiri ada kolerasinya.

Pihak terdakwa menanggapi keterangan saksi Visum, Wellem Mintarja Penasihat hukum terdakwa, bersama timnya menyebutkan, jika ada keterangan dokter pada fakta sidang  kali ini tidak melalukan CT Scan. Padahal, surat visum yang dikeluarkanya dengan jelas disebutkan jika korban telah di CT Scan.

“Saudara saksi, Dokter tadi sudah menerangankan jika tidak melakukan CT Scan serta tidak menganjurkan tes darah. Tapi, dalam BAP dicantumkan, sehingga seolah-olah kerugianya yang diderita korban menjadi besar” ujar Wellem.

Selanjutnya Wellem juga menganggap jika obat yang diberikan dr Bagus kepada Oscar tidak ada kolerasinya. “Tidak ada kolerasinya” tandasnya

Ia menambahkan, Point penting sidang kali ini adalah, adanya luka lecet dikaki kiri korban yang terjadi akibat terbentur dan bukan luka akibat penendangan seperti pasal penganiaan yang didakwakanya.

“Fakta persidangan, Dokter sendiri yang menyampaikan jika korban mengaku telah terbentur, terbentur apa tidak dijelaskanya. Menurut kami luka lecet pada korban itu terbentur Berrem pembatas jalan” ujarnya.

Masih kata Wellem, Ada kejanggalan lain, terdapat adanya perbedaan nama dokter visum yang ada pada surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Maka pada surat dakwaan saksi visum bernama Dr Yunita Sari sedangkan saksi yang dihadirkan jaksa dokter visum Diyn Bagus Muhammad.

“Antara dokter yang ada disurat dakwaan dengan dokter yang dihadirkan jaksa penuntut umum berbeda. Menurut kami ini adalah cacat formil” pungkasnya dalam membela kliennya di ruang persidangan.

Namun keterangan saksi visum tersebut benar dan dijelaskan oleh korban Oscarius, memang luka lecet tersebut akibat benturan, nah benturan itu akibat dari tendangan terdakwa, ujar korban Oscarius kepada awak www.panjinasional.net .

Perlu diketahui, kasus ini bermula saat terdakwa Crhistian Novianto selaku kordinator keamanan mendapatkan mandat dari pengembang Perumahan Wisata Bukit Mas untuk melaporkan setiap kegiatan pengangkutan bahan bangunan di perumahan dan Pengelolaan Lingkungan yang telah disediakan bersama antar warga dan pengembang. 

Pada saat itu Crhistian melarang adanya kendaraan yang membawa bahan bangunan,

Tak terima dengan larangan itu, Oscarius melabrak terdakwa Christian di Pos Cluster Satpam Roma Perumahan Wisata Bukit Mas hingga terjadi keributan dan berujung laporan polisi.,@red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here