Kedua pelaku pemerasan saat dimintai keterangan di Kejari Gresik

www.panjinasional.net  Gresik – Dua oknum aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Investigasi Pemantau Aset Negara (LIPAN), ditangkap Tim Kejari Gresik melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap, Senin (12/8) petang.

Dua oknum tersebut diketahui bernama M Panjaitan dan Johnsen. Keduanya di-OTT setelah diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Bagian Umum Setda Gresik, Sukardi.

Pelaku sempat mengaku dari Kejaksaan Tinggi ini meminta uang sebesar Rp 50 juta sebagai kompensasi agar kasus dugaan korupsi dana kegiatan di Bagian Umum tak diusut saat melakukan aksinya.

Kabag Umum Pemkab Gresik, Sukardi yang mendapatkan ancaman itu lantas berkoordinasi dengan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gresik. Selanjutnya, tim gabungan Intel dan Pidsus Kejari Gresik dibantu petugas Polres Gresik segera menyergap para pelaku yang masih duduk di kursi Bagian Umum Setda Gresik.

Sukardi menyatakan, kedua pelaku sempat menurunkan permintaannya menjadi Rp 5 juta, dari permintaan yang semula sebesar Rp 50 juta. “Uang Rp 5 juta yang dimasukkan dalam amplop kemudian diberikan pelaku. Saat itulah pelaku disergap tim Kejari Gresik,” katanya.

Menurut informasi Kasi Intel Kejari Gresik Bayu Probo Sutopo, pada hari Kamis (8/8) lalu, kedua oknum tersebut mengirimkan surat permintaan klarifikasi dugaan korupsi dana kegiatan tahun 2018 kepada Bagian Umum Setda Kabupaten Gresik.

Kemudian oleh Bagian Umum surat tersebut ditindaklanjuti. Bagian umum juga menghubungi kontak yang tertera dalam surat dari LSM tersebut. “Dalam percakapan telepon dengan pegawai Bagian Umum, kedua terduga pelaku kemudian meminta bertemu di rumah makan (RM) Agis Jambangan Surabaya,” ujar Bayu.

Masih kata Bayu ” Dari hasil pertemuan tersebut, pihak Bagian Umum kemudian memberikan surat balasan sekaligus serah terima surat. Namun, kedua oknum LSM menolak dengan dalih harus berkoordinasi langsung dengan Kabag Umum Sukardi,” tuturnya.

“Kemudian, pada Senin (12/8), pukul 14.00 WIB pihak LSM menghubungi Bagus (pejabat di Bagian Umum) untuk disampaikan ke Sukardi agar mengondisikan uang Rp 50 juta. Kalau tidak dipersiapkan uang sejumlah tersebut, maka LSM akan mengoordinasikan dengan pihak Kejati Jatim,” lanjut Bayu.

Sekitar pada pukul 17.00 WIB, oknum Ketua LSM LIPAN bersama kawannya menuju ruangan Kabag Umum dan tetap minta uang Rp 50 juta. “Pelaku sempat menurunkan tawaran sebesar 20 juta, namun Kabag Umum hanya punya uang pegangan Rp 5 juta. Uang (Rp 5 juta, red) lalu diserahkan LSM,” terangnya.

Kejaksaan yang mendapatkan laporan itu, kemudian menghubungi Polsek Kebomas dan berhasil meng-OTT kedua pelaku dan membawanya ke Kantor Kejari Gresik.

Petugas berhasil menyita barang bukti (BB) berupa amplop putih berisi uang senilai Rp 5 juta, BA tanda terima surat klarifikasi, 3 buah handphone milik oknum Ketua LSM LIPAN, dan 1 buah kunci mobil.

Petugas juga membawa Kabag Umum Sukardi dan 3 pegawai Bagian Umum untuk dimintai keterangan.

Pelaku untuk kemudian diserahkan ke Polres Gresik untuk  menjalani pemeriksaan intensif. (shol)

1 KOMENTAR

  1. Tolong bantu mengabarkan berita perihal ekonomi kerakyatan yang berbasis nasionalisme, seperti usaha mandiri sebagai bentuk jiwa nasionalisme spt toko atau minimart Merah Putih yg berada di jln pakistirtosari stand no 9 ( belakang samping gedung juang 45 sby) biar bisa berkembang dan bermanfaat untuk masyatakat yg cinta NKRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here