Advertorial. Sumenep, www.panjinasional.net – Dalam rangka mengawal dan mendorong penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) lebih inovatif, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggelar Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (Rakor TIK) Tahun 2019. Kamis 08 Agustus 2019.

Kegiatan Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) tersebut digelar di auditorium Hotel Utami Sumekar, Jalan Trunojoyo No. 51 Kota setempat dan berlangsung selama 3 hari mulai 8-10 Agustus 2019.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Sumenep Dr. KH. A Busyro Karim, M. Si, Ketua TP PKK Sumenep Nurfitriana Busyro, Tim Kabupaten, Tim Pelaksana Inovasi Desa dan para Pendamping Desa di Kabupaten yang berjuluk Kota Keris itu.

Bupati Sumenep Dr. KH. A Busyro Karim, M. Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, saat ini Pemerintah Pusat dan Daerah telah memberikan program Dana Desa dan Anggaran Dana Desa (DD & ADD), untuk itu dibutuhkan berbagai inovasi demi meningkatkan kesejahteraan, serta pertumbuhan ekonominya.

“Setiap Desa memiliki potensi lokal yang berbeda, tentu saja program pembangunannya jelas berbeda antara Desa yang satu dengan Desa lainnya,” kata Bupati saat memberikan sambutan. Kamis (8/8).

Untuk itu, Lanjut Bupati dua periode itu, setiap desa harus memiliki program jitu dalam rangka mengembangkan Desa-nya dengan berbagai Inovasi sesuai dengan potensi lokal masing-masing Desa.

“Saya berharap jangan sampai semua Desa di satu Kecamatan memiliki program yang sama, semisal fokus membangun gapura, padahal masih banyak program lokal lainnya untuk membangun Desa, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” harapnya.

Sementara menurut Kepala DPMD Sumenep, Moh. Ramli, S. Sos, M. Si menjelaskan kegiatan Rakor Tim Inovasi Kabupaten itu dalam rangka melakukan koordinasi dan sinkronisasi penyelenggaran kegiatan Inovasi Desa di Kabupaten paling ujung pulau madura.

“Kami sengaja mengundang tim Kabupaten, tim pelaksana inovasi Desa dan pendamping se-kabupaten dalam rangka merumuskan langkah-langkah kongkrit dan mencari solusi dalam memecahkan masalah berkenaan dengan Inovasi Desa di Kabupaten Sumenep ini,” katanya kepada awak media di sela-sela kegiatan itu.

Bahkan menurut Ramli panggilan akrabnya, menjelaskan, lebih spesifik lagi kegitan itu untuk mendorong penggunaan DD dan ADD untuk lebih tepat penggunaannya. “Lebih spesifik lagi kegiatan ini dalam rangka mendorong dan mengawal penggunaan Dana Desa di Desa itu agar lebih berkualitas, efektif, efisien dan lebih inovatif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dari kegiatan itu Ramli berharap, nantinya masing-masing Desa memiliki potensi atau keunggulan produk maupun pariwisata yang menjadi ciri khas Desa tersebut, agar dapat dijual sampai luar Kabupaten dengan nilai yang tinggi. Sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan pemerataan ekonomi di Desa-nya.

“Arah dari kegiatah ini untuk menciptakan Desa tematik sesuai potensi lokal Desa masing-masing, artinya setiap Desa agar menunjukkan ciri khas keunggulannya masing-masing (Desa yang berciri khas, red),” harapnya.@ (dar/Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here