Sumenep, Panjinasional.net – Pada awal Tahun 2019, Pemerintah daerah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa timur, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep telah resmi merubah pasar tradisional Kecamatan Ganding menjadi Pasar tradisional semi Modern.
Namun upaya Pemerintah Kabupaten daerah (Pemkab) Sumenep merubah pasar tradisional Kecamatan Ganding menjadi  pasar tradisional semi Modern tersebut nampaknya mulai menimbulkan masalah baru.
Pasalnya, berdasarkan informasi yang berkembang di kalangan masyarakat, ada salah satu pedagang di pasar Ganding berinisial F dan M yang berani membobol dua kios dijadikan satu pada Senin malam tanggal 22 Juli 2019 diduga tanpa ada izin dari pihak pengelola pasar ganding.
Menurut pemilik kios M (Inisial) mengatakan bahwa, alasan pihaknya membobol kios tersebut lantaran dua kios yang di bobol dijadikan satu tersebut merupkan hak miliknya sendiri, yakni satu milik dia sendiri dan satunya lagi merupakan punya ibu mertuanya, yakni F (Inisial)
“Ini kan sudah punya saya, satu atas nama saya sendiri, terus satunya atas nama ibu saya,” katanya kepada pewarta (24/07).
Dikatakan, alasan lainnya M (Inisial) membobol dua kios dijadikan satu lantaran pengelola pasar tidak kometmen dengan janjinya sebelum pasar yang lama digusur.
“Sebelum digusur kami (F dan M, red) mamiliki kios yang luas 12X4 Meter masing2 ada sertifikatnya, tapi setelah jadi kami dikasih kios yang luasnya hanya 2X3 M satu kios,” ungkapnya.
Sementara ketika M ditanya apakah sudah ada izin dari petugas pasar.?, pihaknya menjawab tidak perlu izin karena kios itu adalah haknya. “Ini kan sudah hak saya, ngapain masih kasih tahu sama pengelola pasar,” ujarnya.
Sementara di sisi lain salah satu pengangungjawab/pengelola Pasar Ganding, Bahol tidak menampik bahwa kios yang ditempati oleh M (Inisial) dan mertuanya F (inisial) dibobol dijadikan satu. Namun pihaknya tidak tahu persis kapan kios tersebut dibobol. 
“Ya benar mas, kios itu katanya dibobol kemarin malam (Senin malam 22/7/2019.red),” kata Bahol kepada pewarta (24/07).
Bahkan menurut Bahol, pemilik kios itu tidak pernah izin kepada petugas pasar sebagai penanggungjawab keamanan dan ketertiban pasar. “Meski ini hak pakai miliknya, tapi paling tidak harus pamit (izin.red) kepada petugas pasar, terutama kepada penanggungjawab pasar, Pak Syafi’i,” ujarnya 
Selain itu, kata Bahol, pembobolan kios itu diduga sengajak dilakukan secara sembunyi. “Malam itu saya piket sampai jam 9 malam, pada waktu itu pemilik kios keluar kedalam kios. Tapi setelah saya pulang katanya baru mereka melakukan aksinya membobol kios itu,” pungkasnya.@ (dar/qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here