Gresik – Pelaksanaan Pilkades serentak di kabupaten gresik akhir bulan juli 2019 tampak yang semakin memanas di beberapa desa. Berbagai cara ditempu untuk bisa mendapatkan suara dari warga yang memiliki hak pilih dalam pencoblosan nanti.

Salah satunya di Desa Raci Kulon kecamatan Sedayu Kabupaten Gresik ini, ada 4 cakades yang siap memperebutkan jabatan kepala desa,  informasi yang di dapat wartawan Panjinasional, Salah satu Pendukung Calon Kepala Desa diduga membagikan sejumlah uang kepada warga untuk mengkondisikan perolehan suara.

Panjinasional lantas melakukan penelusuran dan klarifikasi terhadap Darkim yang di duga sebagai pelaku, salah satu simpatisan pendukung Calon Kepala Desa nomer urut 01 di sebuah warung kopi di pujasera alon –alon sedayu. Kamis malam, (25/07/2019)

Awalnya Darkim heran kok bisa Panjinasional tahu hal itu, sambil malu – malu dan tersenyum kecut dia mengakui akan adanya hal tersebut.

Menurut Darkim, pemberian sejumlah uang ke warga itu bermula dari salah satu Cakades akhirnya dia ikut juga, menurutnya ada investor yang mendanai  dan dia bukan dari desa raci kulon.

“ Awalnya ada salah satu cakades yang ngasih, akhirnya ya kita ikutan ngasih” ujarnya.

Saat ditanya besaran uang yang dikasih ke warga, Darkim menyebutkan nominal yang diberikan tidak sama, ada yang 100 ribu ada yang 150 ribu bahkan ada juga yang 200 ribu.

Darkim mengatakan jika apa yang dilakukannya hanya semata – mata dirinya bekerja sebagai buruh. Jawabannya mulai berbelit dan berputar – putar setelah beberapa kali berkomunikasi dengan timsesnya melalui telepon selulernya. Ponsel Darkim beberapa kali berdering dan muncul nama berinisial Sk di ponselnya.

Polres Gresik Himbau Tidak Bermoney Politik

Himbauan untuk tidak bermain money politik jauh –jauh hari sudah disosialisasikan oleh Polres Gresik. Hal ini dilakukan Demi menciptakan suasana yang kondusif.

Polres Gresik meminta masyarakat tidak ragu melaporkan jika menemukan praktek politik uang (money politic).

Satreskrim Polres Gresik akan mengawasi dan menindak tegas oknum calon kepala desa maupun tim suksesnya atau siapapun yang mencoba melakukan kecurangan.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menegaskan, pihaknya tidak pandang bulu memberantas peredaran money politic menjelang atau bahkan saat pemilihan.

Hal ini untuk membantu masyarakat agar dapat memilih calon pemimpin yang sesuai dengan keinginan tanpa ada pengaruh dari siapapun.

“Masyarakat jangan ragu, kami siap menerima laporan dan pengaduan masyarakat jika ditemukan adanya indikasi dugaan politik uang, Sesuai dengan pasal 149 KHUP, pelaku praktek money politic dapat dipidana.” tegasnya, Jumat (19/07/2019).

Adanya indikasi kuat di Desa Raci Kulon dalam hal bermain Money Politik di Pilkades tersebut harusnya menjadi perhatian Polres Gresik dalam menelusuri benar tidaknya pihak –pihak tertentu memanfaatkan Pilkades.

Sementara Ahmad Nurhamim menyatakan, raker ini dilakukan demi terciptanya pilkades yang berkualitas dan bermartabat. “DPRD dan APH sepakat membuat kesepakat sesuai aturan Perda Nomor 18 tahun 2018, di mana money politics dilarang. Calon kepala desa yang terbukti money politic atau suap didiskualifikasi, dan masyarakat/pemilih terbukti menerima dipidana. Kami akan buat imbauan untuk disebarkan ke masyarakat agar tahu dan tak melanggar aturan,” pungkasnya. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here