Gresik – Pada tahun ini, PAE mengambil tema “Riset Florikultura Mendukung Sukses Transformasi Bisnis”. Tema ini merupakan bentuk komitmen PG dalam riset dan pengembangan pupuk florikultura, yaitu cabang dari holtikultura yang bergerak di bidang budidaya tanaman hias seperti melati, mawar, chrysanthemum, dan lain sebagainya.

Pengembangan pupuk florikultura dimulai dari beberapa formulasi untuk diujikan ke bunga, kemudian formula paling efektif akan diuji ke lapangan bekerjasama dengan lembaga atau petani. Tahap awal pengembangannya dilaksanakan di rumah kaca Kompartemen Riset yang juga diresmikan saat PAE 2019 ini.

“Pupuk florikultura nantinya menjadi media Petrokimia Gresik untuk penetrasi ke niche market. Pasar ini tidak sensitif dengan harga dan sangat cocok dengan produk premium,” ujar Rahmad.

Menurutnya, niche market atau pasar yang sangat fokus terhadap suatu jenis atau layanan tertentu ini tidak boleh ditinggalkan, karena bisa jadi pasar tersebut memberikan keuntungan yang sangat besar bagi perusahaan.

“Salah satu contoh niche market yang potensial untuk digarap adalah sektor budidaya tanaman melati. Pendapatan dari budidaya bunga melati dengan luas lahan 1 hektare selama setahun bisa mencapai Rp 1 miliar,” ungkap Rahmad.

Cerdas Berplastik di PAE 2019

PAE 2019 adalah yang ke-14 kalinya diselenggarakan, digelar selama tiga hari (12-14 Juli 2019) dan merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 PG.

Rahmad menyampaikan tujuan diselenggarakannya PAE adalah untuk mengekspos hasil riset PG agar dikenal dan dapat dimanfaatkan oleh pelaku pertanian. Misalnya, teknologi pertanian terbaru, serta kegiatan-kegiatan penelitian dan uji aplikasi produk.

“PAE adalah momen penting untuk menunjukkan keunggulan Petrokimia Gresik di bidang riset sekaligus menarik potential customer,” ujar Rahmad.

Selain menampilkan hasil riset PG, PAE juga menampilkan keberhasilan hasil panen petani binaan. Sebanyak 60 stand meramaikan PAE 2019 yang terdiri dari stand PG beserta Anak Perusahaan, PT Pupuk Indonesia Group, kelompok tani binaan PG dan petani binaan distributor, serta perusahaan swasta yang bergerak di bidang produk pertanian dan olahan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada penyelenggaraan PAE kali ini, pengunjung diajak untuk #CerdasBerplastik dengan membawa kantong belanja sendiri. Panitia juga mengedukasi pengunjung agar bijak dalam menggunakan plastik sekali pakai.

“Ini merupakan wujud kepedulian PG terhadap isu lingkungan sampah plastik yang sampai saat ini terus menjadi sorotan baik di Indonesia maupun dunia internasional,” terang Rahmad.

Sementara itu, di hari kedua pelaksanaan PAE, Sabtu (13/7), panitia menyuguhkan pelatihan pertanian secara gratis bagi pengunjung yang berminat dalam budidaya tanaman dengan teknik vertikultur. Dan di hari ketiga PAE, Minggu(14/7,) pengunjung juga diberi kesempatan untuk memanen/memetik buah dan sayuran secara langsung di Buncob.

“PAE merupakan sarana agroekowisata yang sudah menjadi ikon Petrokimia Gresik dan banyak dinantikan masyarakat sekitar perusahaan,” pungkas Rahmad.(shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here