GRESIK –  Kejaksaan Tinggi (Kejari) Gresik mengeksekusi terpidana kasus penggelapan 4 bidang tanah pasca menerima putusan kasasi dari Mahkama Agung (MA) nomer : 239K/Pid/2019 tertanggal 15 mei 2019.

Sekitar pukul 07.00 wib Ahmad Fatoni yang menjabat sebagai Direktur PT. Trisula Bangun Persada selaku pengembang perumahan Alam Bukit Raya (ABR) dijemput dirumahnya Jl. Royal Ketintang Regency, Perumahan Ketintang Regency, Jambangan, Kota Surabaya

Hal itu dibenarkan oleh Kasi Intel Kejari Gresik, R Bayu Probo Sutopo kepada wartawan.

“ memang benar terpidana Ahmad Fathoni (58) sudah kita eksekusi dan di tahan di Rutan Kelas II.B Cerme. Dari putusan Kasasi tersebut terpidana kasus penggelapan 4 bidang ini dijatuhi hukuman 2,5 tahun.ujarnya melalui pesan singkat whatsapp, Jumat (12/07/2019).

Putusan kasasi ini dinilai lebih ringan dibandingkan vonis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Gresik yang menjatuhkan hukuman terhadap Ahmad Fathoni selama 3,5 tahun, pada awal September 2018 lalu. Dia dijerat pasal 374 jo pasal 64 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan

Terpidana sempat melakukan perlawan dengan berbagai alasan saat penjemputan paksa. Namun, petugas akhirnya bertindak tegas dan tetap menjalankan eksekusi.

Seperti diketahui, terpidana diseret ke persidangan atas laporan koleganya Yono Budiono selaku investor properti, terkait penggelapan uang hasil penjualan 4 bidang tanah. Sementara, saat itu Ahmad Fathoni menjabat sebagai Direktur di PT. Trisula Bangun Persada.

Dari keempat bidang tanah yang uangnya digelapkan antara lain, penjualan tanah seluas 430 meter persegi, 2.495 meter persegi, 7.030 meter persegi dan 1.995 meter persegi, yang semuanya berada di wilayah Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here