Kabid Pembinaan Paud Disdik Sumenep Enggan Berikan Informasi Detail Terkait Anggaran Program Pemberantasan Buta Aksara Yang Digelontorkan Pemkab Sumenep Setiap Tahun.

SumenepPanjinasional.net – Lahirnya Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008 merupakan prestasi bangsa dalam rangka mewujudkan demokrasi bangsa, dimana salah satu ciri kehidupan demokrasi adalah keterbukaan.

Keterbukaan Informasi Publik mempunyai makna yang luas, karena semua pengelolaan badan-badan publik harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Badan Publik tersebut antara lain lembaga Legislatif,

Eksekutif, Yudikatif dan Organisasi Masyarakat yang dananya sebagian atau seluruhnya bersumber dari dana publik, terkena kewajiban untuk menyampaikan informasi secara terbuka.

Namun nampaknya Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP nomor 14 th 2018) tersebut masih kurang berlaku di Lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Madura, Jawa timur.

Hal ini sedikit terlihat dari sikap Kepala Bidang Pembinaan Paud Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang terkesan enggan menyebutkan secara detail berapa nominal anggaran untuk program pemberantasan buta aksara setiap tahun yang telah digelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Pendidikan Sumenep khususnya Bidang Pembinaan Paud untuk program pemberantasan buta aksara tersebut..? 

Hal tersebut terbukti pada saat wartawan media Panjinasional.net, melakukan upaya konfirmasi langsung kepada Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Paud” Hj, Raihani”. Mengenai anggaran program buta aksara di Lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep.

Namun pada saat wartawan Panjinasional.net, menanyakan mulai tahun berapa program buta aksara dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep dan berapa nominal anggaran setiap tahunnya untuk program buta aksara tersebut..? Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Paud Hj. Raihani tidak bisa menjelaskan secara detail dengan alasan masih baru menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Paud di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep.

Bahkan pihaknya terkesan tanpa ragu malah menyuruh awak media ini untuk konfirmasi kepada Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Paud yang lama.

“Saya jadi Kabid Pembinaan Paud disini (Disdik.red) mulai tahun 2018, kalau secara detail itu sebetulnya sampean tanya kepada Kabid Pembinaan Paud yang lama. Karena yang mempunyai kebijakan adalah beliau (Kabid) Pembinaan Paud yang lama,” kata Hj. Raihani kepada pewarta. Rabu (26/6) kemarin.

Kemudian wartawan kembali mencoba bertanya..? Apakah ada arsip Program Pemberantasan Buta Aksara yang disimpan di Bagian Pembinaan Paud…? Hj. Raihani malah balik nanyak kepada wartawan buat apa wartawan nanyak arsip…? “Buat apa arsip.? Kita gak bisa sembarangan ngasih arsip,” cetus dia.

Ketika wartawan kembali memberikan pemahaman kepada Kabid Pembinaan Paud bahwa wartawan tidak ingin meminta arsip program pemberantasan buta aksara akan tetapi meminta informasi terkait anggaran program buta aksara setiap tahunnya.? Hj. Raihani berdalih jika pihaknya tidak bisa menjelaskan secara detail terkait program pemberantasan buta aksara dengan alasan yang sama yakni masih belum jadi Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Paud.

“Kan saya sudah bilang saya bukan Kabid, kalau saya bukan Kepala Bidang (Kabid) waktu itu apakah saya punya kewenangan untuk memberikan informasi itu, ya gak bisa, karena kebijakan waktu itu ada di Kepala Bidang (Kabid),” dalihnya.

“Kalau sampean tanyak daya serapnya, secara akumulasi saya tahu, tetapi kalau secara mendetail itu sudah tidak ada permasalahan sesuai dengan juknis yang ada, segala perinciannya sudah sesuai dengan juknis yang ada,” ngakunya.

Dikatakan Hj. Raihani bahwa, secara akumulatif anggaran program pemberantasan buta aksara untuk tahun 2018 yang lalu sebesar Rp.700 juta, namun Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dalam hal ini bagian Pembinaan Paud hanya sebatas fasilitator saja.

“Semua anggaran untuk pemberantasan buta aksara diserahkan langsung kepada penyelanggara/pelaksana kegiatan, tahun 2018 pelaksanannya Lembaga TP-PKK dan PKPF, kami selalu melibatkan TP-PKK karena dia yang selalu membantu peneyelesaian daya serap buta aksara.” katanya.@ (dar/qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here